Sumbar

11 Bulan Kepemimpinan, Annisa- Leli Tancap Gas Bangun Dharmasraya di Masa Sulit

7
×

11 Bulan Kepemimpinan, Annisa- Leli Tancap Gas Bangun Dharmasraya di Masa Sulit

Sebarkan artikel ini
Annisa

Dharmasraya, hantaran.Co–Sebelas bulan yang lalu, tepatnya 20 Februari 2025, Annisa Suci Ramadhani dan Leli Arni dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Sepulangnya dari Retreat, belum sempat bertatap muka dengan aparatur nya dan masyarakat, ia dihadapkan dengan banjir yang melanda beberapa wilayah Kabupaten Dharmasraya.

Begitu pula dari kondisi keuangan daerah, juga sangat sulit, pasalnya pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran, bahkan ketika bupati perempuan pertama di Sumbar itu menjadi orang nomor satu, anggaran ke PU an di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dharmasraya adalah nol.

BACA JUGA  Terlihat Kumuh dan Kotor, Gedung DPRD Dharmasraya Jadi Sorotan

Baca Juga : Dishut Sumbar Lakukan Pendataan, Kayu Terbawa Banjir Diizinkan Dimanfaatkan Masyarakat

Namun kondisi itu tidak dijadikan anak mantan bupati pertama Dharmasraya H Marlon Martua Dt Rangkayo Mulai itu untuk bersembunyi kepada masyarakat, kecerdasan alumni Columbia University itu digunakan untuk memutar otaknya bagaimana agar anggaran yang ada di Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Pusat dapat dibawanya untuk mengisi kekurangan dan bahkan kekosongan itu.

Baca Juga : Dejan Antonic Serahkan ke Manajemen Semen Padang FC Soal Wasit Usai Kalah 1-0 dari PSIM

BACA JUGA  Satu Orang Nakes di Dharmasraya Positif Covid-19

Berawal dengan bersilaturahmi di daerah dengan berbagai kalangan, mulai dari OPD sampai wali nagari, Pemerintah Provinsi Sumbar, bahkan anggota DPRD dan DPR RI digandengnya bukan hanya untuk mengucurkan dana yang ada pada APBD Provinsi itu saja tetapi untuk dibawanya menghadap ke kementerian.

Annisa Gaet Dana Pusat untuk Pembangunan

Pada Maret, hanya beberapa hari setelah pelantikan, tujuh agenda penting ia lahap, ia langsung pergi mendatangi Balai Wilayah Sungai untuk melakukan normalisasi aliran sungai agar tidak terjadi lagi banjir seperti Batang Timpeh sebagai tempat langganan banjir.