Padang, hantaran.Co–Wali Kota Padang Fadly Amran menginstruksikan percepatan relokasi warga, serta penanganan darurat tebing sungai yang berpotensi menimbulkan bencana susulan di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Kita tidak ingin ada korban jiwa akibat bencana susulan. Oleh karena itu, relokasi dan penanganan darurat harus dilakukan secepat mungkin,” tegas Wali Kota Padang Fadly Amran, Senin (6/1/2026).
Baca Juga : Ripan Juara FOSMI Cup U-16, Wakili Indonesia ke Ajang Internasional
Wali Kota Padang Fadly Amran menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemko) Padang telah menyiapkan sejumlah skema penanganan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa rehab-rekon.
“Kita telah menyediakan Hunian Sementara (Huntara) dan tengah menyiapkan Hunian Tetap (Huntap) sebanyak 500 unit bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut. Sementara bagi warga yang memilih relokasi mandiri, akan diberikan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar 600 ribu per bulan,” jelasnya.
Wali Kota Siapkan Penanganan Jangka Panjang
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemko Padang bersama BNPB dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang akan melakukan penanganan darurat sekaligus menyiapkan rencana pengamanan sungai jangka panjang.
“Penanganan darurat tebing sungai ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan, meliputi pemasangan batu bronjong dan pengelolaan sementara Daerah Aliran Sungai (DAS). Sedangkan untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua tahun,” paparnya.
Sementara itu, Sestama BNPB, Rustian, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah cepat yang diambil Pemko Padang, baik dari sisi pendanaan, logistik, maupun dukungan teknis.
“BNPB siap mendukung sepenuhnya agar penanganan pascabencana berjalan efektif, tepat sasaran, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” tukasnya.






