Olahraga

Tegas, Hamdanus: Tak Ada Jabatan di KONI Sumbar Periode 2025-2029 yang Aman

0
×

Tegas, Hamdanus: Tak Ada Jabatan di KONI Sumbar Periode 2025-2029 yang Aman

Sebarkan artikel ini
Hamdanus

Padang, hantaran.Co–Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat periode 2025-2029 Hamdanus, menegaskan tidak ada satu pun jabatan yang aman di tubuh KONI Sumbar. Wakil Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, hingga Ketua sekalipun bisa diberhentikan kapan saja jika tidak disiplin dan melanggar pakta integritas yang telah ditandatangani bersama.

Pernyataan tegas itu menjadi penanda arah baru kepemimpinan KONI Sumbar: disiplin sebagai harga mati dan jabatan bukan hak, melainkan amanah yang bisa dicabut.

“Tidak ada garansi untuk siapa pun. Wakil Ketua Umum bisa diberhentikan. Ketua Umum pun bisa. Saya sendiri juga tidak punya jaminan,” tegas Hamdanus, Senin (5/1/2026).

Baca Juga : Pemko Padang Komitmen Percepatan Validasi Data, 67.563 Warga Terdampak Bencana

Menurutnya, kepengurusan KONI tidak boleh diisi oleh mereka yang hanya ingin status dan posisi, tanpa kesiapan bekerja dan menghormati komitmen organisasi.

BACA JUGA  Bengkulu Ajak Sumbar Tuan Rumah Bersama PON 2032

Hamdanus menekankan bahwa pakta integritas yang ditandatangani seluruh jajaran pengurus bukanlah formalitas seremonial, melainkan janji moral dan organisasi yang mengikat.

“Itu janji pemimpin. Kalau dilanggar, kita tanggung sendiri akibatnya. Secara organisasi, secara moral, bahkan secara nilai,” ujarnya.

Ia mengingatkan, jabatan di KONI Sumbar adalah kepercayaan besar. Banyak pihak lain yang juga ingin dan siap mengemban amanah tersebut.

“Kalau sudah diberi jabatan, hormati jabatan itu. Hormati kepercayaan. Jangan anggap posisi ini aman,” katanya.

Hamdanus : Disiplin Fondasi Utama

Dalam kepemimpinannya, Hamdanus menegaskan bahwa disiplin adalah fondasi utama kebangkitan olahraga Sumatera Barat. Tanpa disiplin, menurutnya, seluruh sistem pembinaan dan prestasi akan runtuh.

“Saya tidak suka pengurus KONI yang tidak disiplin. Tidak ada gunanya,” ujarnya lugas.

Ia bahkan menyebut, kekurangan dana masih bisa diatasi, tetapi hilangnya disiplin adalah kehancuran organisasi.

BACA JUGA  Gencarkan Sosialisasi, Baliho Porprov 2026 Sumbar di Pasang Disejumlah Lokasi Strategis

“Kalau uang kurang, masih bisa kita cari. Tapi kalau disiplin tidak ada, hancur semuanya. Tidak ada yang bisa dipegang,” tegas Hamdanus.

Meski KONI bukan institusi militer atau kepolisian, ia menegaskan standar disiplin harus tetap tinggi.

“Kita boleh bukan tentara, bukan polisi. Tapi soal disiplin, KONI tidak boleh kalah. Kalau tidak disiplin, olahraga tidak akan bangkit.”

Hamdanus juga menegaskan bahwa KONI Sumbar tidak akan ragu melakukan evaluasi dan langkah tegas terhadap pengurus yang tidak siap bekerja atau mengabaikan komitmen bersama.

“Kalau ada pengurus yang tidak siap, lebih baik berhenti. Organisasi ini tidak boleh tersandera oleh orang-orang yang tidak menghargai pakta integritas,” ujarnya.

Dengan sikap tegas tersebut, Hamdanus berharap KONI Sumbar benar-benar menjadi organisasi olahraga yang bersih, disiplin, berintegritas, dan berorientasi penuh pada prestasi, bukan pada kompromi jabatan.(*)