Sumbar

Tinjau Huntara di Limapuluh Kota, BNPB Targetkan Pembangunan Rampung dalam 2 Minggu

12
×

Tinjau Huntara di Limapuluh Kota, BNPB Targetkan Pembangunan Rampung dalam 2 Minggu

Sebarkan artikel ini
DTH

Limapuluhkota, hantaran.Co – Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Rustian, meninjau langsung lokasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Jorong Aie Angek Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (6/1/2026).

Peninjauan ini bertujuan memastikan percepatan pembangunan di tengah masa transisi darurat menuju pemulihan pasca bencana yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) Dr. Rustian mengatakan sebanyak 60 unit Huntara dibangun yang terbagi dalam 12 barak dan ditargetkan Huntara tersebut dapat rampung dalam waktu dua minggu kedepan.

“Targetnya dalam dua minggu Huntara ini selesai, sehingga masyarakat sudah bisa menempati hunian yang lebih nyaman,” ujarnya.

Baca Juga : Gubernur Sumbar Minta ASN Ubah Cara Kerja

Untuk percepatan pembangunan Sestama meminta Pemda Limapuluh Kota untuk menambah tenaga pekerja profesional agar progres pembangunan dapat dipercepat. Tidak hanya di Limapuluh Kota, BNPB ingin seluruh penanganan darurat di 13 kabupaten/kota di Sumbar berjalan baik.

BACA JUGA  BNPB dan UGM Pasang Sistem Peringatan Dini Tsunami di Mentawai

Percepatan ini merupakan instruksi langsung dari Kepala BNPB untuk memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang layak “Jika tidak ditambah tenaga, mungkin satu bulan baru selesai. Tapi jika ditambah sekarang, saya yakin dua minggu bisa rampung,” ujarnya.

Cuaca Pengaruhi Pembangunan Huntara

Selain itu, Dr. Rustian mengakui bahwa faktor cuaca ekstrem di Sumbar menjadi tantangan terberat. Menyikapi hal tersebut pihaknya terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas hujan agar bencana banjir dan longsor susulan tidak kembali terjadi saat pengerjaan fisik berlangsung.

“Di Sumbar ini bisa satu hari panas dan tiga hari hujan, cuaca sangat tidak menentu. Jadi dengan OMC memindahkan jatuhnya hujan ke tempat lain sehingga di kawasan pembangunan tidak terkena hujan,” ujarnya.

BACA JUGA  Polres Dharmasraya Luncurkan Hallo Pak Kapolres, Ini Fungsinya

Dr. Rustian menekankan bahwa di seluruh Sumbar, penyaluran dana bantuan ini sudah mencapai angka rata-rata 98 persen. “Dana Tunggu Hunian ini diberikan khusus bagi masyarakat yang tidak masuk ke Huntara, misalnya mereka yang menumpang di rumah kerabat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan lahan seluas 5,5 hektar untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di masa depan. Lahan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara niniak mamak, wali nagari, dan pemerintah daerah guna merelokasi warga yang rumahnya hanyut atau rusak total.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan pemantauan intensif setiap dua hari sekali guna memastikan instruksi Sestama BNPB terkait percepatan dua minggu tersebut dapat terealisasi dengan baik,” ujarnya.