DHARMASRAYA, HANTARAN.Co — Malam itu, aroma kopi bercampur dengan percakapan hangat di sebuah kafe di Koto Baru. Di tengah suasana santai namun sarat makna, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melontarkan sebuah tantangan terbuka kepada insan pers: silakan mengkritik, asal berbicara dengan data dan fakta yang akurat.
Pernyataan itu disampaikan Annisa saat bersilaturahmi dengan para wartawan, Selasa (06/01) malam, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Dharmasraya ke-22. Bukan sekadar temu ramah, pertemuan tersebut menjadi ruang refleksi tentang peran pers dan pemerintah dalam mengawal perjalanan daerah yang terus bertumbuh.
Di hadapan para jurnalis, Annisa menegaskan bahwa kritik yang lahir dari pemberitaan akurat justru menjadi energi positif bagi pemerintah daerah. Baginya, pers adalah mitra strategis yang membantu melihat persoalan dari sudut pandang masyarakat.
Baca juga : Pilwana Pessel: 56 Wali Nagari Resmi Dilantik, Dua Nagari Masih Bersengketa
“Saya merasa terbantu dengan kritik yang disampaikan wartawan, selama itu benar-benar terjadi di tengah masyarakat dan didukung data yang jelas,” ujarnya.
Menurut Annisa, informasi yang keliru berpotensi menimbulkan salah persepsi publik dan memperkeruh situasi, bukan memperbaiki keadaan.
Bupati Dharmasraya Tantang Pers Hadirkan Kritik
“Pemberitaan yang tidak akurat bisa membuat masyarakat salah paham. Itu yang tentu membuat saya merasa kesal,” katanya lugas.
Memasuki usia ke-22 dan menapaki tahun 2026, Annisa berharap hubungan antara insan pers dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya semakin solid. Ia mengajak kedua belah pihak untuk berjalan seiring, sesuai peran dan kewenangan masing-masing, demi mendorong kemajuan daerah.
Momentum ulang tahun ini, menurutnya, bukan hanya perayaan usia, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab bersama membangun Dharmasraya yang lebih baik, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Mari kita bangun Dharmasraya ke depan dengan bergandengan tangan, memberikan masukan-masukan positif untuk kemajuan daerah ini,” tutup Annisa.
Di bawah temaram lampu kafe malam itu, pesan sang bupati menggema jelas: kritik bukan ancaman, melainkan cermin asal jernih oleh data dan kejujuran. (h/mdi)






