Padang, hantaran.Co–Universitas Andalas (UNAND) memasuki fase krusial dalam implementasi Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 dengan melantik jajaran direktur dan kepala kantor baru di lingkungan kampus.
Pelantikan yang berlangsung pada Selasa (6/1/2026) menjadi bagian dari proses organisasi setelah pemetaan jabatan, sekaligus momentum penguatan arah kebijakan untuk mewujudkan UNAND sebagai universitas terkemuka dan bermartabat.
Baca Juga : Realisasi PAD Kota Padang Tahun 2025 Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menegaskan bahwa tantangan utama para direktur yang baru dilantik adalah membangun kerja yang terstruktur, terkoordinasi, serta mampu bersinergi dan berkolaborasi lintas direktorat demi misi bersama. Fokusnya tidak hanya pada penguatan tata kelola internal, tetapi juga pada dampak nyata UNAND bagi masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.
“Kita ingin menghasilkan lulusan yang bermutu dan unggul, mampu bersaing secara global, serta riset yang dihasilkan benar-benar menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. UNAND harus menjadi kampus berdampak,” ujar Efa Yonnedi.
Ia menekankan bahwa seluruh aktivitas tridharma perguruan tinggi harus relevan dengan kebutuhan masyarakat dan menghasilkan teknologi yang tepat guna. Untuk itu, Rektor Efa menitipkan empat pilar utama kepada para direktur sebagai fondasi besar pengembangan UNAND ke depan.
“Empat pilar itu adalah internasionalisasi atmosfer akademik, transformasi digital yang ramah Gen-Z, peningkatan kesejahteraan sivitas akademika, serta riset yang berkualitas dan produktif,” katanya.
Rektor UNAND Soroti Peran Strategis Direktorat
Dalam mandatnya, Rektor UNAND secara khusus menyoroti peran strategis masing-masing direktorat. Kepada Direktur Kemahasiswaan, ia menekankan pentingnya peningkatan keterserapan lulusan melalui kerja lintas sistem, serta transformasi kegiatan kemahasiswaan agar berdampak langsung pada penguatan soft skill dan kompetensi profesional mahasiswa sejak semester awal.






