Sementara itu, kepada Direktur Keuangan, Efa menegaskan bahwa sebagai PTN-BH, UNAND harus memastikan keberlanjutan organisasi melalui efisiensi berbasis kinerja, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan yang transparan. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), menurutnya, merupakan komitmen mutlak yang mencerminkan integritas institusi.
Di bidang pengembangan usaha, ia mendorong optimalisasi aset dan diversifikasi sumber pendapatan non-UKT guna memperkuat ketahanan finansial universitas tanpa membebani mahasiswa.
Adapun pada sektor SDM, target peningkatan jumlah lektor kepala dan guru besar menjadi prioritas, disertai transformasi layanan kepegawaian yang lebih cepat, profesional, dan berdaya saing global.
Transformasi digital juga menjadi sorotan penting. Rektor UNAND itu menugaskan Direktur TIK untuk mewujudkan konsep Kampus Digital melalui sistem yang terintegrasi dan berbasis satu data, sehingga layanan akademik dan administrasi menjadi lebih mudah dan efisien.
Di bidang kerja sama dan hilirisasi riset, ia menekankan pentingnya jejaring nasional dan internasional yang berdampak langsung pada capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), sekaligus memperkuat posisi UNAND menuju universitas berkelas dunia. Sementara itu, peran Humas diarahkan untuk membangun citra positif kampus melalui strategi komunikasi dan branding yang aktif, kredibel, dan berkelanjutan.
Pelantikan tersebut menandai komitmen untuk bergerak lebih progresif dalam menjalankan Renstra 2025–2029, dengan kepemimpinan yang kolaboratif dan berorientasi pada hasil nyata bagi sivitas akademika dan masyarakat luas.






