Berita

Pengakuan Tersangka Ungkap Motif Penganiayaan Nenek Saudah Tahun di Lubuk Aro

10
×

Pengakuan Tersangka Ungkap Motif Penganiayaan Nenek Saudah Tahun di Lubuk Aro

Sebarkan artikel ini
Tersangka
Pengakuan Tersangka Ungkap Motif Penganiayaan Nenek Saudah di Lubuk Aro. ist

PASAMAN,HANTARAN.Co — Kasus penganiayaan terhadap seorang lansia bernama Saudah (67) di Lubuk Aro, Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, mulai menemui titik terang. Tersangka berinisial IS (26) akhirnya angkat bicara dan mengungkap motif di balik aksi kekerasan yang dilakukannya.

Dalam keterangannya kepada awak media, tersangka IS mengaku sangat menyesali perbuatannya dan menyebut tindakan tersebut dilakukan dalam kondisi emosi yang memuncak. Ia menegaskan bahwa penganiayaan itu dilakukan seorang diri, bukan secara berkelompok seperti isu yang sempat berkembang di masyarakat.

IS juga mengungkapkan bahwa dirinya masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Menurutnya, konflik yang terjadi dipicu persoalan sengketa tanah keluarga yang telah berlangsung lama, disertai hubungan yang tidak harmonis antara dirinya dan Nenek Saudah.

BACA JUGA  Indeks SPBE Terus Meningkat, Bukti Pelayanan Publik Kota Padang Makin Baik 

Baca juga : Warga Bateh Samuik Nagari Sinuruik Antusias menerima pelayanan berobat gratis

“Saya khilaf. Emosi saya sudah memuncak karena masalah tanah dan perlakuan yang saya terima selama ini. Keluarga saya juga sering dimaki-maki,” ujar tersangka IS.

Ia mengaku kerap menerima kata-kata kasar dan ancaman dari korban. Bahkan, IS menyebut bahwa di masa lalu dirinya pernah diserang menggunakan parang oleh Nenek Saudah, serta menyatakan bahwa perilaku serupa juga pernah dialami warga sekitar.

Pengakuan Tersangka Ungkap Motif

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di area kebun dekat pinggir Sungai Lubuk Aro, yang selama ini dikenal sebagai lokasi pemandian kaum laki-laki. IS menuturkan, saat kejadian korban datang menghampirinya dalam kondisi marah dan melontarkan sumpah serapah.

BACA JUGA  DPRD Kabupaten Dharmasraya Ikuti Seminar Mahkamah Kehormatan DPR-RI

“Saya sudah menyuruh beliau menjauh, tapi tetap mendekat sambil marah-marah. Saat itu saya kehilangan akal,” ungkapnya.
IS mengaku meninju korban hingga terjatuh ke dalam air. Saat korban bangkit, ia kembali memukul wajah korban beberapa kali hingga tidak sadarkan diri.

Menyadari kondisi korban, IS mengaku merasa iba dan segera menarik Nenek Saudah ke pinggir sungai.

“Kalau tidak saya tarik, beliau bisa hanyut,” katanya.