Berita

Normalisasi Sungai di Sumbar Dikebut

7
×

Normalisasi Sungai di Sumbar Dikebut

Sebarkan artikel ini
Normalisasi

Padang, hantaran.Co–Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir November 2025 lalu telah menyebabkan terjadinya pendangkalan parah di sejumlah aliran sungai. Guna mencegah terjadinya banjir susulan, terutama di wilayah yang dekat dengan daerah aliran sungai (DAS), normalisasi sungai menjadi salah satu upaya mendesak yang perlu dikebut.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Naryo Widodo mengatakan, pihaknya telah menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan dan normalisasi sungai di wilayah terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 34 unit alat berat telah beroperasi dari total 50 unit yang direncanakan.

Baca Juga : Penanganan Rehab-Rekon di Padang Capai Rp5,5 Triliun

BACA JUGA  Rekap Data Sementara Banjir dan Longsor di Pessel: 9 Kecamatan Terdampak

Alat berat tersebut disebar di 11 titik kabupaten/kota yang mengalami dampak banjir cukup parah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan darurat sekaligus upaya pengurangan risiko banjir ke depan.

Adapun daerah yang menjadi lokasi pengerahan alat berat meliputi Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Padang Panjang, serta Kota Padang. “Alat sudah diturunkan sebanyak 34 dari 50 yang direncanakan untuk 11 titik kabupaten/kota terdampak,” kata Naryo kepada Haluan, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan, pengerahan alat berat difokuskan pada sungai-sungai yang mengalami pendangkalan parah akibat material banjir berupa lumpur, pasir, dan kayu. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat aliran air dan meningkatkan potensi luapan saat hujan kembali turun.

BACA JUGA  Kecelakaan Tambang Sawahlunto Kembali Terjadi, Ini Tanggapan Walhi

Selain pengerukan, BWS Sumatera V juga melakukan penataan alur sungai dan pembersihan material sisa banjir di sejumlah titik rawan. Naryo menegaskan, sisa alat berat yang belum diturunkan akan segera dimobilisasi sesuai kebutuhan lapangan dan perkembangan kondisi cuaca di masing-masing daerah.

Terpisah, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, percepatan normalisasi sungai Sumbar sangat diperlukan karena banyak aliran sungai mengalami pendangkalan akibat material kayu, lumpur, dan bebatuan yang terbawa arus saat bencana pada November 2025 lalu.