Sumbar

Pariaman Dorong Percepatan Penanganan Batang Mangor, 55 Rumah Rusak

0
×

Pariaman Dorong Percepatan Penanganan Batang Mangor, 55 Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini
Pariaman

Pariaman, hantaran.Co–Pemerintah Kota Pariaman menyampaikan laporan dampak bencana hidrometeorologi kepada Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) sebagai langkah awal percepatan penanganan pascabencana yang melanda wilayah tersebut.

Penyampaian laporan dilakukan secara daring dari Balaikota Pariaman, diikuti langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar dan BPBD Provinsi, Rabu (7/1/2026).

Dari Pemerintah Kota Pariaman, rapat dihadiri Wali Kota Yota Balad yang didampingi Forkopimda, kepala OPD terkait, BPBD, serta sejumlah daerah lain di Sumatera Barat yang juga terdampak bencana. Yota Balad menyampaikan kondisi terkini dampak bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan disertai angin kencang.

BACA JUGA  Akan Diresmikan Jokowi, Pasar Rakyat Pariaman Juga Dijadikan Shelter Tsunami

Baca Juga : 3 Ruas Jalan Provinsi di Pasbar Dialihkan karena Rusak oleh Longsor

“Total rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 55 rumah, 10 di antaranya dalam kondisi rusak berat,” ujar Yota Balad.

Selain merusak permukiman warga, bencana hidrometeorologi ini juga berdampak serius terhadap sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. “Lebih kurang 800 hektare lahan pertanian terdampak akibat bencana ini,” imbuhnya.

Yota Balad menekankan bahwa kondisi Sungai Batang Mangor saat ini berada pada zona merah, karena abrasi yang terjadi tidak hanya mengancam lahan pertanian, tetapi juga ratusan permukiman warga di sepanjang bantaran sungai.

BACA JUGA  MTQ ke-41 Sumbar, Pariaman Kembali Torehkan Capaian Positif

Pariaman Harapkan Dukungan Pemprov Sumbar

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pariaman berharap adanya dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan normalisasi Sungai Batang Mangor sepanjang kurang lebih 14 kilometer.

“Kami berharap penanganan dari Pemprov Sumbar dapat dilakukan sesegera mungkin, serta memohon arahan dari Gubernur terkait langkah-langkah penanganan pascabencana ini,”ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam arahannya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di tengah cuaca ekstrem, serta meminta pemerintah daerah terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, dan melakukan pelaporan secara berkelanjutan.