Sebagai salah satu program quick win Presiden Prabowo Subianto, CKG diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengubah pola pikir masyarakat, dari berobat saat sakit menjadi menjaga kesehatan sejak dini, demi sistem kesehatan nasional yang lebih berkelanjutan.
Hasil pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan hingga akhir 2025 mengungkap masih dominannya penyakit tidak menular di tengah masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa persoalan kesehatan nasional kini tidak lagi didominasi penyakit menular, melainkan dipicu oleh pola hidup dan kebiasaan sehari-hari.
Berdasarkan data CKG, masalah gigi dan mulut menjadi keluhan paling banyak ditemukan, terutama gigi berlubang. Selain itu, satu dari lima peserta diketahui menderita hipertensi, dengan prevalensi yang meningkat signifikan pada kelompok usia di atas 40 tahun. Sekitar 5,9 persen peserta juga terdeteksi mengidap diabetes melitus, sementara obesitas sentral banyak ditemukan pada peserta dewasa.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa hipertensi, diabetes, dan obesitas merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke yang hingga kini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Karena itu, temuan CKG menjadi peringatan dini penting bagi masyarakat dan pemerintah.
Menurutnya, data tersebut menunjukkan urgensi pergeseran fokus layanan kesehatan dari pendekatan kuratif ke preventif. Melalui deteksi dini seperti CKG, diharapkan risiko penyakit kronis dapat ditekan sejak awal dan kualitas kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.






