Padang, hantaran.Co–Bencana galodo dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir November lalu tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memunculkan persoalan serius di sektor pendidikan. Untuk menghindari dampak tersebut perlu dilakukan solusi konkrit.
Dalam situasi tersebut, akses terhadap bantuan pendidikan menjadi kebutuhan mendesak agar siswa tetap dapat bersekolah tanpa terbebani biaya. Ketimpangan ekonomi yang semakin terasa pascabencana dikhawatirkan meningkatkan risiko putus sekolah, terutama di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Untuk menjawab persoalan itu, Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menyalurkan bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 2.008 siswa jenjang SD, SMP, dan SMK yang tersebar di 13 kabupaten dan kota di Sumbar. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,205 miliar.
Baca Juga : Telkom Salurkan Bantuan dan Program Sosial di Daerah Aceh yang Terdampak Bencana
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada 21 siswa di Lapangan SMP Negeri 3 Padang, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Camat Padang Barat, lurah setempat, serta unsur pendidik.
Irman Gusman menyampaikan bahwa PIP ditujukan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki akses terhadap pendidikan yang layak dan berkelanjutan, terutama di tengah kondisi sosial ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.
Menurutnya, pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam agenda pemulihan daerah. “Bencana boleh merusak fisik daerah dan itu bisa dibangun kembali. Namun, bencana tidak boleh meruntuhkan harapan dan semangat anak-anak,” ujar Irman.
Ia menegaskan bahwa pemulihan sejati bukan hanya soal infrastruktur, tetapi memastikan generasi muda tetap belajar dan memiliki harapan. “Ketika anak-anak tetap sekolah dan bermimpi, di sanalah masa depan daerah disemai,” tambahnya.
PIP untuk Menjamin Hak Dasar Warga
Anggota Komite I DPD RI tersebut menilai PIP bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar warga negara di bidang pendidikan, terutama bagi kelompok rentan.
Dalam kondisi daerah yang menghadapi tantangan sosial dan ekonomi akibat bencana, perlindungan terhadap pendidikan anak dinilai menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan sosial dan menyiapkan pemulihan jangka panjang.
Irman juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di Sumatera Barat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perwakilan daerah di tingkat nasional menjadi kunci agar program pendidikan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia menambahkan, penyaluran PIP telah dikawal secara konsisten dari tahun ke tahun dan akan terus diperjuangkan agar jangkauannya semakin luas. Pada 2026, Irman menargetkan seluruh kabupaten dan kota di Sumbar memperoleh alokasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) secara optimal.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang juga menjalankan sejumlah program pendukung pendidikan, seperti Kartu Padang Pintar dan Padang Juara, untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
“Untuk anak-anak dari masyarakat berpenghasilan rendah kita siapkan skema khusus, dan bagi yang berprestasi kita buka peluang melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri. Bantuan seperti PIP ini sangat membantu meringankan beban keluarga,” ujarnya.
Kepala SMP Negeri 3 Padang, Rika Susiwaty, menambahkan bahwa sebagian penerima bantuan simbolis merupakan yatim dan piatu, bahkan ada yang berprestasi sebagai juara pertama di sekolah. “PIP memberikan angin segar dan harapan baru. Apalagi Pak Irman Gusman adalah alumni SMPN 3 Padang, ini menjadi motivasi tambahan bagi siswa untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” katanya.






