Sementara itu, Ketua Yayasan UISB, Toni S.Ag menyebutkan, ke depan punya peluang untuk berkembang di Sumbar dan bisa berpeluang bekerja di luar negeri seperti Jepang, Malaysia, dan negara lainnya.
“Kami sudah menyiapkan proses tersebut untuk ke depannya yang bisa kuliah sambil bekerja di Jepang. Bisa juga mendapatkan gaji yang lumayan besar dari pada di Indonesia,” katanya.
Dalam mencapai hal tersebut, UISB terus berbenah dan menyiapkan segala kelengkapan dalam menjalin kerja sama dengan negara luar tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan orasi ilmiah oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Sudarman, S.Hum.,M.A yang membahas soal merekontruksi peradaban Islam era disrupsi.
Ia menyebutkan, bagaimana menuntut adaptasi strategis dengan mengintegrasikan nilai-nilai klasik dan ajaran inti Islam dengan teknologi digital dan tantangan modern untuk menciptakan pemikiran serta solusi baru yang relevan, mencakup pembaruan pendidikan Islam.
“Dengan adanya UISB ini bisa kembali menghargai nilai-nilai kemanusiaan, menghargai alam dan seterusnya. Mengembalikan semangat ketauhidan sebagai fondasi utama peradaban, berserah diri kepada Allah sebagai sumber solusi,” paparnya.






