“Tahun ini, Pasaman Barat menargetkan produksi jagung mencapai 193.092 ton dengan total luas tanam mencapai 33.446 hektar. Gerakan panen serentak di Bandarejo ini adalah langkah awal yang positif untuk mencapai target tersebut,” ungkap Endang.
Sebagai bentuk dukungan konkret dari sisi infrastruktur, pemerintah daerah berencana membangun gudang pengolahan dan penampungan hasil panen. Fasilitas ini diharapkan mampu menjaga kualitas jagung dan menyerap produksi petani yang terus meningkat setiap tahunnya.
Kegiatan panen raya ini diakhiri dengan diskusi bersama para penyuluh pertanian dan kelompok tani untuk menyerap aspirasi terkait kendala di lapangan, mulai dari ketersediaan pupuk hingga akses pasar. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan petani ini diharapkan menjadi motor penggerak utama tercapainya Swasembada Pangan 2026 di Provinsi Sumatera Barat. (h/fdl)






