PESISIR SELATAN, HANTARAN.Co – Suher Farmin atau yang dikenal dengan sapaan Sapar Panungkek resmi menjabat sebagai Wali Nagari definitif Koto Taratak untuk periode 2026–2034. Kepastian tersebut ditandai dengan prosesi serah terima jabatan yang digelar di Gedung PKBM Kantor Wali Nagari Koto Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (9/1/2026).
Dengan ditetapkannya Suher Farmin sebagai wali nagari definitif, masyarakat Koto Taratak kini memasuki babak baru kepemimpinan nagari. Sosok yang dikenal dekat dengan warga ini diharapkan mampu membawa perubahan serta memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Suher Farmin menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan masyarakat kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta melanjutkan hal-hal baik yang telah dirintis pemerintahan sebelumnya.
Baca juga : Suher Farmin Jadi Wali Nagari Definitif Koto Taratak, Siap Bawa Perubahan untuk Nagari
“Jabatan wali nagari ini saya terima dengan penuh rasa syukur. Amanah ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar. Saya berkomitmen memimpin Nagari Koto Taratak secara amanah, terbuka, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujar Suher Farmin.
Suher Farmin Resmi Nahkodai Koto Taratak
Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun nagari. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah nagari saja, melainkan memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat dan semua pihak.
“Kedepan, saya ingin pemerintahan nagari berjalan inklusif. Semua pihak harus dirangkul, tidak ada lagi sekat-sekat. Dengan kebersamaan, kita bisa membawa Koto Taratak menjadi nagari yang lebih sejahtera,” katanya.
Suher Farmin juga menyadari tantangan yang akan dihadapi pada awal masa jabatannya, terutama keterbatasan anggaran nagari di tahun 2026. Namun demikian, ia optimistis dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan anggaran yang transparan, pembangunan nagari tetap dapat berjalan dengan baik.
“Dengan kondisi keuangan yang ada, kita harus lebih kreatif, efisien, dan tepat sasaran. Prinsipnya, setiap kebijakan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya lagi.
Penetapan Suher Farmin sebagai Wali Nagari definitif diharapkan menjadi titik awal terwujudnya pemerintahan nagari yang kuat, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Masyarakat Koto Taratak menaruh harapan besar agar di bawah kepemimpinannya, nagari mampu bergerak lebih maju dan berkembang secara berkelanjutan. (h/kis)






