Padang, hantaran.Co–Semen Padang FC gagal mengkonversi dua kali hadiah penalti dari wasit menjadi gol kala menjamu Persis Solo pada pekan ke 17 BRI Super League 2025/2026 Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Minggu (11/1/2026).
Pada laga tersebut Semen Padang FC mendapatkan dua kali penalti pada menit 15 dan menit 38. Pertama pemain bernomor punggung 9 Cornelius Steward maju sebagai eksekutor, namun tendangannya melebar ke sisi kiri kiper.
Baca Juga : Kalah 2-3 dari Persis, Semen Padang FC Tutup Paruh Musim dengan Menyakitkan
Kesempatan kedua Irsyad Maulana maju menggantikan Steward setelah gagal pada percobaan pertama. Meski berbuah gol, tendangan Irsyad sempat ditepis oleh kiper Persis Solo Muhammad Riyandi.
Kegagalan dua anak asuhnya dalam mengambil tendangan 12 pas, Dejan Antonic mengaku Semen Padang FC tidak memiliki algojo.
“Biasanya kita tidak pernah memaksa pemain siapa yang akan maju sebagai eksekutor,” ujarnya pada sesi jumpa pers usai laga kontra Persis Solo, Minggu (11/1/2026).
Meski demikian, Dejan Antonic menjelaskan bahwa sebelum laga dirinya sempat menunjuk Steward sebagai penendang utama jika Semen Padang FC mendapat hadiah penalti dari wasit.
“Sebelum pertandingan saya sempat bicara di ruang ganti dengan anak-anak, kalau ada penalti Steward bisa maju dan pilih sendiri,” ujarnya.
Sebelumnya, Bruno Gomez maju sebagai algojo dan selalu mengkonversikannya menjadi gol jika Semen Padang FC mendapat kesempatan tendangan 12 pas.
Setelah kepergiannya Semen Padang FC tak punya eksekutor yang baik, terbukti dari laga kontra Persis Solo ini.
Seandainya Penalti Pertama Berbuah Gol, Laga Akan Berbeda
Dejan mengaku performa timnya akan berbeda jika Semen Padang FC bisa unggul dahulu di awal babak lewat penalti. Namun sayang, kesempatan emas disia siakan oleh striker asing Cornelius Steward.
“Jika itu gol itu akan jadi sangat bagus untuk membuka pertandingan. Tapi memang dalam sepak bola hal ini bisa saja terjadi. Kita tidak masuk gol mereka bisa,” ujarnya.






