Pasaman, hantaran.Co–Kasus dugaan penganiayaan terhadap Nenek Saudah (70 tahun), warga Rao, Kabupaten Pasaman, yang sempat menyita perhatian publik luas karena skala kekejian dan kebrutalannya terhadap kemanusiaan
kini memasuki babak baru.
Kepolisian dikabarkan telah mengamankan satu orang terduga pelaku dalam perkara penganiayaan nenek Saudah yang memicu gelombang empati sekaligus kemarahan warganet tersebut.
Penangkapan pelaku penganiayaan nenek Saudah ini disampaikan aparat kepolisian sebagai bagian dari proses penyidikan yang masih terus berjalan. Namun demikian, langkah tersebut belum sepenuhnya meredam sorotan publik. Di ruang digital, khususnya media sosial, justru muncul berbagai spekulasi dan kecurigaan terkait penanganan kasus ini.
Baca Juga : OPD Diberi Waktu 2 Bulan, Bupati Solok Selatan Tekankan Integrasi 1 Data
Sejumlah warganet menilai penetapan satu orang pelaku belum menjawab rasa keadilan, dan menduga masih ada pihak-pihak lain yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban hukum. Dugaan tersebut ramai disuarakan di kolom komentar unggahan akun Instagram anggota DPR RI Andre Rosiade, yang sebelumnya turut menyoroti kasus ini.
Dalam berbagai komentar warganet, muncul tudingan bahwa pelaku penganiayaan nenek Saudah yang ditangkap berpotensi hanya menjadi “tumbal”, sementara pihak lain yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas tambang ilegal di wilayah Raobmulai dari pemodal, pemilik alat berat, hingga pendukung operasional tambang belum tersentuh hukum.
Bahkan, sebagian warganet mengaitkan nama-nama tersebut dengan relasi kekuasaan lokal, termasuk dugaan hubungan khusus dengan Bupati Pasaman, Welly Suheri.
“Yg punyo Bupati lai talok bapak tangkok?,” tulis salah satu akun di kolom komentar Instagram Andre Rosiade yang diunggah Minggu (11/1/2026) ini.





