“Kami bermohon, sebelum Ramadhan isolasi ini sudah terbuka,” ucapnya dengan nada lirih.
Menurut Jasman, bantuan dari para donatur sejauh ini masih cukup untuk kebutuhan sementara. Namun ia khawatir jika pemulihan tak segera dilakukan, masyarakat akan semakin terpuruk.
“Masalah ekonomi sudah sangat berat, lampu tidak ada, akses anak-anak ke sekolah dan guru sangat kesulitan. Kami mohon, tolong perhatikan nasib 670 jiwa masyarakat Ngalau Gadang,” tuturnya.
Di balik keindahan alam Bayang Utara, tangis Ngalau Gadang masih menggema pelan ditelinga. Kampung ini menunggu, berharap alat berat dan bangunan jembatan bukan sekadar janji, melainkan tanda bahwa mereka tidak sendirian menghadapi bencana, seperti yang kerap disuarakan para penguasa. Semoga!





