Nasional

Indonesia Swasembada Beras Tahun 2025, Lebih Cepat dari Target

0
×

Indonesia Swasembada Beras Tahun 2025, Lebih Cepat dari Target

Sebarkan artikel ini
Swasembada

Jakarta, hantaran.Co–Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025. Capaian ini lebih cepat dari target awal yang ditetapkan pemerintah dari yang semula empat tahun menjadi satu tahun.

Selain berhasil mencapai swasembada beras, Presiden juga menyampaikan kebanggaannya atas kondisi cadangan beras nasional. Saat ini tercatat cadang beras nasional yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia.

Baca Juga : Pilkada Perlu Ditata Ulang Secara Mendasar, Setelah 20 Tahun Jalan Berbagai Persoalan Menguat

“Saya juga cukup merasa besar hati, bangga, bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia,” ungkap Prabowo, saat menghadiri Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu pekan lalu.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan masa pemerintahan Presiden Soeharto, ketika cadangan beras nasional berada di angka tertinggi sekitar 2 juta ton. Saat ini, cadangan beras pemerintah telah melampaui angka tersebut.

Baca Juga  Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Berlanjut Tahun 2021, Begini Cara Mendapatkannya

“Pernah di pemerintahan Presiden Soeharto, kita di puncaknya punya cadangan beras di gudang pemerintah 2 juta ton. Hari ini, cadangan beras kita lebih dari 3 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” tegas Prabowo.

Presiden menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh unsur pemerintah dan pemangku kepentingan di sektor pangan. Ia pun mengapresiasi kinerja tim pangan nasional yang dinilai mampu mewujudkan target strategis pemerintah dalam waktu yang lebih cepat dari rencana.

“Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur,” pungkas Prabowo.

Swasembada Beras Berdampak ke Pasar Global

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pencapaian swasembada beras di Indonesia telah berdampak signifikan pada pasar global. Ia menyebut harga beras di pasar dunia turun hingga 44 persen sebagai dampak dari kebijakan tidak impor yang diterapkan sejak 2025.

Baca Juga  Bupati Pesisir Selatan Temui Kepala Badan Pangan Nasional, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan Daerah

“Dampak positifnya adalah harga pangan (beras di) dunia turun dari 650 dolar Amerika Serikat (AS) per metrik ton menjadi 340 dolar AS per metrik ton. Turun 44 persen,” kata Amran.

Menurut Amran, keputusan Indonesia untuk tidak mengimpor beras menyebabkan pasokan dari negara pengekspor seperti Vietnam, Thailand, dan India menjadi berlimpah di pasar internasional.

“Inilah hasil karya petani Indonesia di panggung internasional, sehingga karya petani Indonesia dinikmati dunia hari ini,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada awal tahun 2026 mencapai 3,25 juta ton, yang disebutnya sebagai stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Hari ini adalah hari kebahagiaan bagi petani seluruh Indonesia. Petani betul-betul sangat bahagia dengan kebijakan Bapak Presiden. Harga gabah naik. Kesejahteraan petani naik,” kata Amran.

Pencapaian swasembada ini dinilai sebagai kontribusi nyata Indonesia terhadap stabilitas pangan global.