“Atlet yang berprestasi di Porprov, momennya bisa kita turunkan di ajang Porwil, Pra PON dan PON Beladiri. Jika Porprov selesai pertengahan tahun ini, ada waktu satu tahun kita persiapkan atlet menuju tiga ajang tersebut, agar bisa meloloskan atlet sebanyak-banyaknya ke PON 2028. Kalau Porprov ditunda, atlet akan kehilangan momentum ini,” terang Hamdanus.
Porprov Ikat Atlet Potensial Sumbar
Ajang Porprov 2026 juga disampaikan Hamdanus, akan menjadi pengikat atlet potensial yang berasal dari Ranah Minang, untuk memperkuat Sumbar di PON 2028. Apabila Porprov ditunda, sudah dipastikan atlet potensial yang dimiliki saat ini akan lari ke daerah lain.
Hamdanus mencontohkan beberapa atlet atletik sudah dirayu oleh Jawa Barat untuk bermain di Porprov Jabar 2026 ini, dengan garansi bakal memperkuat Jawa Barat di PON 2028. Beberapa atlet potensial cabor lainnya juga dirayu Bengkulu dan Bangka Belitung.
“Porprov inilah sebagai pengikat mereka agar tidak lari ke daerah lain. Kita menahan mereka dengan jaminan bahwa Porprov akan kita laksanakan di Juni-Juli ini. Jika Porprov terlaksana, mereka juga berkomitmen tidak akan pindah ke daerah lain,” ungkap Hamdanus.
Hamdanus pun mewanti-wanti apabila Porprov tidak terlaksana di Juni-Juli, sudah dipastikan pula target 10 besar PON 2028 atau 20 emas PON tidak akan tercapai.
“Kalau yang bagus pindah, berat target kita mencapai 20 emas atau 10 besar PON. Kalau atlet kita bisa tidak pindah, maka 10 besar Insya Allah tercapai,” harapnya optimis.
Staf Khusus KONI Sumbar Prof Syahrial Bakhtiar menyampaikan bahwa Porprov sangat dibutuhkan atlet. Selain untuk menguji kemampuan dan membangkitkan motivasi atlet menuju Porwil dan Pra PON, juga mendatangkan kesejahteraan bagi para atlet.





