Secara kronologis, Mahyeldi memberikan sinyalemen terkait pelaksanaan Porprov pada pertemuan KONI kabupaten kota dengan pengprov cabor pada Februari 2025 lampau di Gubernuran.
Pada saat itu diterangkan bahwa Porprov dilaksanakan oleh pengurus KONI Sumbar yang baru saja. Karena pengurus KONI Sumbar yang lama sedang bermasalah terkait pelaporan keuangan, sehingga dana Porprov tidak cair.
“Kemudian pada 27 September saat Pembukaan Rapat Koordinasi (Rakorsi) dengan KONI daerah dan pengprov cabor juga terang-terangan mendukung Porprov. Ini semua kan sudah jelas saya mendukung Porprov, harusnya KONI daerah juga mengambil sikap mempersiapkan diri. Tak ada alasan lagi untuk tidak siap,” gerutunya.
Komitmen Mahyeldi pun ditindaklanjuti Dispora Sumbar dengan menggelar pertemuan bersama Dispora kabupaten kota dan KONI Sumbar membahas penganggaran Porprov pada November. Lalu pada Rapat koordinasi KONI Sumbar dengan KONI Kabupaten Kota yang dihadiri 17 cabang olahraga di bulan yang sama, juga menyepakati bahwa Porprov bakal dilaksanakan pada 2026.
“Hasil dari kesepakatan Dispora dan KONI se Sumbar, maka diterbitkan SK Gubermur tentang pelaksanaan Porprov 2026 pada 18 November. Pada saat itu masih pembahasan anggaran dan APBD daerah masih evaluasi di provinsi. Pemprov Sumbar pun langsung menganggarkan untuk Porprov Rp 12 miliar. Dengan kronologis seperti ini, juga tidak ada alasan bagi KONI daerah mempermasalahkan anggaran,” rinci Mahyeldi
Gubernur Mahyeldi pun tak ingin ada stigma bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur Vasko tidak peduli kemajuan olahraga Tuah Sakato.
Ia, meminta KONI dan Dispora Sumbar jalan terus untuk mempersiapkan Porprov. Hadapi semua hambatan dan rintangan. Kapan perlu pihaknya bakal menugaskan SKPD se Sumbar untuk mendukung pelaksanaan Porprov ini.
“Kalau KONI daerah tidak mau mengirimkan atlet ke Porprov, saya pun berkeyakinan orangtua atlet pasti bakal mau bantu mengirimkan anak-anak mereka untuk bertanding di Porprov,” pungkasnya.





