WASHINGTON DC, HANTARAN.CO — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kegaduhan internasional setelah mengunggah postingan di media sosial Truth Social yang menampilkan dirinya sebagai “Presiden Sementara Venezuela”, hanya beberapa hari setelah operasi militer besar yang dilancarkan AS di Caracas, Venezuela, dan yang menurut keterangan Washington berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya.
Dalam unggahan itu yang dirilis Senin (12/1/2026), Trump membagikan tangkapan layar bergaya Wikipedia yang memuat foto resminya lengkap dengan keterangan jabatan “Acting President of Venezuela” yang tertera sejak Januari 2026 di samping gelar resmi sebagai Presiden AS. Tampilan halaman tersebut diduga merupakan hasil rekayasa digital, tanpa dasar hukum atau pengakuan resmi dari pemerintah manapun.
Postingan Kontroversial dan Candaan Politik
Unggahan Trump tidak hanya mencantumkan klaim yang memicu kontroversi global, tetapi juga disertai komentar-komentar politis lainnya. Menanggapi cuitan seorang pengguna yang menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio akan menjadi Presiden Kuba, Trump menambahkan dalam kolom komentarnya: “Kedengarannya bagus bagi saya.” Sampai berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terhadap unggahan provokatif tersebut.
Latar Belakang Operasi Militer yang Memicu Klaim
Klaim Trump muncul di tengah dinamika geopolitik yang luar biasa. Pada 3 Januari 2026, militer AS melancarkan operasi militer di ibu kota Venezuela, Caracas, yang menurut pejabat Washington berujung pada penangkapan Presiden Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya kemudian diterbangkan ke New York, AS, untuk menghadapi persidangan di pengadilan federal atas tuduhan terkait narkotika dan senjata.
Trump sebelumnya menyatakan pemerintahannya akan “mengelola” Venezuela dan aset minyaknya selama periode transisi, sebuah pernyataan yang semakin memperuncing spekulasi atas peran AS dalam politik internal Venezuela. Namun, secara hukum jabatan tersebut belum diakui secara internasional dan masih dipandang sebagai klaim provokatif.
Baca Juga: Trump Ancam Kucilkan ExxonMobil dari Pasar Energi Venezuela Usai Respons yang “Tak Memuaskan”
Kepemimpinan Sementara Venezuela
Meski Trump mengunggah klaim kontroversial, status politik Venezuela sendiri terus bergejolak. Setelah penangkapan Maduro, Delcy Rodríguez, mantan Wakil Presiden dan Menteri Minyak Venezuela, disumpah sebagai Presiden Sementara oleh Mahkamah Agung Venezuela di tengah ketegangan konstitusional yang mendalam. Kepemimpinan Rodríguez diakui secara domestik sebagai bagian dari proses suksesi konstitusional Venezuela, bukan sebagai akibat langsung dari klaim presiden sementara oleh Trump.





