Padang, hantaran.Co–Pelatih Kepala Semen Padang FC Dejan Antonic optimistis timnya tidak akan degradasi dan tetap bertahan di liga 1 Indonesia.
Semen Padang FC menjalani pertengahan musim dengan catatan yang buruk. Dari 17 pertandingan yang telah dijalani, Kabau Sirah julukan Semen Padang FC hanya mampu meraih tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan 13 kali kekalahan. Kekalahan terbaru diperoleh saat menjamu Persis Solo di Stadion H. Agus Salim Padang, Minggu (11/1/2026).
Bermain di kandang sendiri, Semen Padang FC dipaksa menyerah dengan skor 2–3. Padahal, sebelum pertandingan, Persis Solo berada di dasar klasemen sementara.
Baca Juga : Gawat, Penasehat Semen Padang FC Ngamuk, Sebut Main Pakak Usai Kalah 2-3 dari Persis
Tidak hanya itu, tim kebanggaan Ranah Minang itu juga menjadi tim paling tidak produktif dan salah satu tim paling banyak kebobolan oleh lawan. Secara statistik Semen Padang FC baru mencatatkan 13 gol dan 29 kali kebobolan.
Berdasarkan statistik tersebut Semen Padang FC lemah dari sisi menyerang dan pertahanan.
Namun, Dejan Antonic percaya timnya dapat menjalani putaran kedua liga dengan hasil positif dan terhindar dari degradasi.
“Kita harus berpikir positif, walaupun terkadang dalam perjalanannya ada masalah tapi kita harus bekerja keras,” ujar Dejan Antonic usai pertandingan melawan Persis.
Dejan Antonic Percaya Semen Padang FC
Dejan Antonic menegaskan bahwa ia datang menukangi Semen Padang FC bukan untuk membuat tim terdegradasi ke kasta kedua sepak bola Indonesia.
Dirinya sangat yakin mampu membawa Semen Padang FC finish jauh di atas zona merah.
“Buat apa saya datang ke tim ini kalau ujung-ujungnya degradasi dan tidak mungkin saya datang kalau saya tidak percaya dengan tim ini. Saya percaya dengan Semen Padang,” ujarnya.
Sebagai pelatih kepala sudah menjadi tanggung jawabnya untuk membuat Semen Padang FC kembali menjadi tim yang diperhitungkan di liga. Ia menilai Semen Padang FC memiliki sejarah yang baik di sepak bola Indonesia.
“Tim ini memiliki nama cukup besar di mata sepak bola Indonesia,” ujarnya





