Ekonomi

Santunan Jasa Raharja Sumbar Tahun 2025 Sebesar Rp77,65 Miliar, Angka Kecelakaan di Meningkat

0
×

Santunan Jasa Raharja Sumbar Tahun 2025 Sebesar Rp77,65 Miliar, Angka Kecelakaan di Meningkat

Sebarkan artikel ini
Raharja

Dalam menekan dampak ekonomi akibat kecelakaan lalu lintas, ia mengatakan Jasa Raharja Sumatera Barat bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan aktif bersinergi melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atau FLLAJ.

Forum ini menjadi wadah koordinasi antara kepolisian, BPTD/dinas perhubungan, dinas kesehatan, Balai Penyelenggara Jalan Nasional/BMCKTR Provinsi Sumbar dan instansi terkait lainnya untuk bersama-sama menekan angka kecelakaan dan mengurangi risiko fatalitas korban. Upaya yang dilakukan tidak hanya pada penanganan korban, tetapi juga pencegahan, seperti penanganan titik rawan kecelakaan, edukasi keselamatan berlalu lintas, dan perbaikan sarana prasarana jalan.

“Dengan sinergi ini, kami berharap dampak ekonomi dan sosial akibat kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat di Sumatera Barat,” tutur dia lagi.

Baca Juga  Kripik Balado Shirley Ikut Terimbas Dampak Larangan Mudik

Digitalisasi layanan juga telah menjadi bagian penting dari transformasi/perubahan pelayanan Jasa Raharja Sumatera Barat pada era saat ini.Saat ini dikatakannya Jasa Raharja telah terintegrasi dengan data kecelakaan IRSMS Polri, sehingga data kecelakaan dapat diterima secara cepat dan akurat sejak kejadian dilaporkan.

Selain itu, melalui aplikasi JRcare, rumah sakit dan masyarakat dapat dengan mudah memperoleh kepastian jaminan perawatan bagi korban kecelakaan, sekaligus memastikan kendali mutu pelayanan medis. Integrasi ini membuat proses penanganan korban lebih cepat, administrasi lebih sederhana, dan pembayaran santunan dapat dilakukan tepat waktu, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif dan transparan.

Baca Juga  PDI Gelar Penanaman Ribuan Bibit Mangrove di Pesisir Selatan, Peringati Hari Mangrove Sedunia

“Manfaat layanan digital Jasa Raharja sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui integrasi sistem dengan kepolisian dan rumah sakit dalam penggunaan aplikasi JRcare, proses penjaminan dan santunan menjadi jauh lebih cepat dan sederhana,” sebut Teguh.

Korban dikatakannya tidak perlu berhadapan dengan proses administrasi yang rumit, sehingga dapat segera mendapatkan penanganan medis dan kepastian haknya. Pendekatan digital ini juga tetap mengedepankan pelayanan yang humanis. Teguh mengatakan ke depan, Jasa Raharja Sumatera Barat akan terus memanfaatkan teknologi supaya pelayanan santunan lebih cepat, mudah, dan transparan. Jasa Raharja akan mengembangkan aplikasi JRcare, memperkuat integrasi dengan kepolisian dan rumah sakit, serta menggunakan data kecelakaan untuk mencegah risiko terjadinya fraud.