“Kerusakan jalan akibat longsor tentu mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Kami berharap percepatan rehabilitasi infrastruktur jalan dapat segera direalisasikan,” ujar Welly.
Selain jalan, Bupati Welly juga menyoroti kondisi sejumlah jembatan gantung di Kabupaten Pasaman yang rusak parah akibat bencana. Bahkan, beberapa di antaranya sudah tidak dapat digunakan sama sekali.
“Jembatan gantung ini merupakan akses vital bagi masyarakat untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Kondisinya sangat memprihatinkan dan menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Mendagri Tito Karnavian. Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung merupakan salah satu program nasional yang menjadi perhatian langsung Presiden.
Menurut Tito, pemerintah pusat memprogramkan pembangunan sekitar 300 ribu jembatan gantung di seluruh Indonesia.
Jembatan tersebut dirancang untuk menghubungkan wilayah yang terpisah oleh sungai atau jurang serta dapat dilalui kendaraan roda dua.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan pendataan nasional terhadap jembatan gantung yang rusak. Dari hasil pendataan sementara, tercatat sebanyak 6.692 jembatan gantung dalam kondisi rusak dan daerah diminta segera mengusulkan kebutuhan pembangunan agar dapat segera ditindaklanjuti. (h/ekie)





