Terlebih pemerintah juga baru-baru ini mendapatkan kritikan tajam mengenai tata laksana penanggulangan bencana hidrometeorologis yang melanda beberapa provinsi di Sumatera. Meskipun juga UU Nomor 1 Tahun 2023 dengan pasal 218 dan 240 yang khusus untuk melindungi presiden, lembaga-lembaga pemerintah, dan negara dari delik penghinaan baru saja disahkan di awal tahun ini, sehingga kehadiran Mens Rea nampaknya bakal seperti “kapal yang berlayar menyongsong badai”. Sejauh ini, sudah ada dua organisasi masyarakat yang mengadukan sang komedian ke kepolisian terkait dengan materi stand-up-nya yang dinilai melecehkan orang nomor satu dan dua di negeri ini.
Mens Rea Kritik Bergaya Stand Up
Tapi justru sebenarnya di sinilah kita sebenarnya dapat melihat tentang betapa manisnya teknik mengkritisi lembaga penguasa di negara ini yang ditunjukkan oleh Pandji saat membawakan Mens Rea-nya. Membalut kritisisasi terhadap masalah-masalah sosial, hukum, dan politik dengan gaya stand-up secara langsung di depan audiens yang notabene juga terdiri dari banyak pihak yang disebutkan di dalamnya, membuat setidaknya pihak-pihak tersebut merasa getir di dalam hati.
Pun mereka yang tidak tersebutkan, boleh jadi akan bertanya-tanya, apakah mereka bakal ikut diungkapkan dalam materi selanjutnya. Publik semakin tahu tentang kasak-kusuk di berbagai sektor di negara ini, karena gonjang-ganjing yang ditimbulkan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan isi materi Mens Rea justru malah penasaran dan mencari tahu dengan menontonnya secara langsung.
Upaya dari pihak-pihak yang ingin memperkarakan Pandji dengan Mens Rea-nya justru melahirkan efek Streisand: orang banyak semakin ingin tahu dengan apa yang ada di dalamnya ujug-ujug ikut berdiri di barisan orang-orang yang menentangnya.
Pandji sendiri juga bisa dikatakan sebagai sosok yang cerdas dalam menyampaikan materinya. Selain harus dapat menyajikan monolog sepanjang hampir dua jam di depan audiens secara langsung, dia bukan saja harus menyampaikan kritik semata tetapi juga harus berupaya agar penonton tertawa dengan humor yang membalut materinya. Materi tersebut harus bersifat orisinal dari si pembawa stand-up itu sendiri, sesuai dengan nyawa dari pertunjukkan komedi genre tersebut.





