Publikasi Mens Rea sendiri oleh Netflix yang bertanggal 27 Desember 2025 juga secara hukum dapat menghindarkan Pandji dari jeratan pasal 218 dan 240 UU Nomor 1 tahun 2023 tadi. Selain juga orangnya sendiri sekarang bermukim di New York demi mengejar ambisinya untuk menjadi stand-up comedian kelas global.
Maka tinggallah publik Tanah Air yang menyaksikan gejolak yang sampai saat ini masih berlangsung. Gejolak yang sebenarnya sudah lama berlangsung semenjak dua atau tiga periode pemilu yang telah berlalu, yang menghantarkan kita pada kondisi kekinian di mana memberikan kritik kepada pihak penguasa biasanya akan menemui kemungkinan seperti pengacuhan, perundungan oleh buzzer pro-penguasa atau lainnya.
Padahal ada cara elegans dalam menghadapi suatu kritik, yaitu membalas dengan cara serupa. Seperti ketika Presiden SBY dahulunya dikritik dengan buku Surat untuk Presiden dan Indonesia Gawat Darurat, yang kemudian membalasnya dengan buku Selalu Ada Pilihan. Kenapa pemerintah tidak menginisiasi pula stand-up komedian yang menjawab kritikan Mens Rea? (*)
Oleh:
Muhammad Nazri Janra
Departemen Biologi Fakultas MIPA Unand





