Nasional

Menteri Kesehatan Prioritaskan Pemulihan 3.265 Rumah Nakes, Banyak yang Bekerja Tak Maksimal

0
×

Menteri Kesehatan Prioritaskan Pemulihan 3.265 Rumah Nakes, Banyak yang Bekerja Tak Maksimal

Sebarkan artikel ini

Jakarta, hantaran.Co–Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra (Aceh, Sumut, Sumbar, red) tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman warga, tetapi juga berdampak langsung pada keberlangsungan layanan kesehatan. Salah satu persoalan krusial yang muncul adalah terganggunya kondisi tempat tinggal tenaga kesehatan (Nakes) dan tenaga medis.

Kondisi tersebut berpotensi menghambat pemulihan layanan kesehatan pascabencana. Tanpa dukungan hunian yang layak, tenaga kesehatan sulit bekerja secara optimal, meskipun fasilitas kesehatan secara bertahap mulai diperbaiki.

Baca Juga : Mens Rea: Cerdas Berbalut Komedi Mengkritisi Penguasa

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menilai percepatan pembangunan rumah bagi nakes dan tenaga medis terdampak bencana menjadi kebutuhan mendesak. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan layanan kesehatan dapat kembali berfungsi normal.

Dalam konferensi pers daring, Senin (12/1/2026), Menkes menegaskan bahwa sektor kesehatan terus bergerak di bawah koordinasi pemerintah pusat dalam penanganan dampak bencana di wilayah Sumatra.

Baca Juga  Pemkab Pesisir Selatan Luncurkan Program “Nagari Sehat” di 40 Nagari Percontohan

Pemerintah, menurutnya, menargetkan layanan di daerah terdampak dapat segera pulih dan beroperasi secara penuh. Namun, target tersebut menghadapi tantangan serius di lapangan.

Budi menyoroti fakta bahwa banyak nakes belum dapat kembali bekerja secara maksimal karena rumah mereka turut mengalami kerusakan akibat bencana. “Bagaimana nakes bisa bekerja normal kalau rumahnya sendiri belum normal,” ujar Menkes Budi.

Ia menambahkan, meskipun sebagian fasilitas pelayanan mulai pulih, kondisi tempat tinggal nakes tetap menjadi faktor penentu kesiapan layanan secara keseluruhan.

BNPB Sudah Terima Data Rumah Tenaga Kesehatan Terdampak Bencana

Sementara itu, Deputi IV Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jarwansyah menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima data dari Kemenkes terkait rumah nakes dan tenaga medis yang terdampak bencana.

Data tersebut mencatat sebanyak 3.050 unit rumah terdampak di Aceh, 48 unit di Sumatra Utara, dan 167 unit di Sumatra Barat, dengan total keseluruhan mencapai 3.265 unit.

Baca Juga  801 Nakes di Padang Panjang Siap untuk Vaksinasi Covid-19

Jarwansyah menjelaskan, data itu akan ditindaklanjuti melalui proses verifikasi oleh tim BNPB bersama tim rehabilitasi dan rekonstruksi di tingkat kabupaten dan kota agar dapat dimasukkan dalam Surat Keputusan BNPB di masing-masing daerah.

Ia menambahkan, untuk sejumlah wilayah seperti Aceh Tengah, verifikasi lapangan telah lebih dulu dilakukan sebagai bagian dari percepatan penanganan.

Terkait skema bantuan, BNPB membagi tingkat kerusakan rumah ke dalam tiga kategori, yakni rusak ringan, sedang, dan berat, dengan bantuan stimulan masing-masing sebesar Rp15 juta, Rp30 juta, dan Rp60 juta.

Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Wahyu Bintono Hari Bawono menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan nakes memiliki tempat tinggal yang layak agar layanan dapat pulih secara berkelanjutan.