Feature

Menjaga Asa Pendidikan, Siswa dan Guru di Ngalau Gadang Terjang Lumpur dan Jalan Menanjak ke Sekolah

0
×

Menjaga Asa Pendidikan, Siswa dan Guru di Ngalau Gadang Terjang Lumpur dan Jalan Menanjak ke Sekolah

Sebarkan artikel ini

“Selain licin, jalannya juga banyak tanjakan. Kami sebagian guru sudah banyak yang tua-tua, jadi tidak bisa berjalan cepat,” katanya.

Namun kelelahan itu tak memadamkan semangat mereka. Di tengah keterisolasian, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan. Guru-guru dengan penuh tanggung jawab mengawal siswa mereka menembus lumpur dan longsor, demi memastikan pendidikan anak-anak di kampung terujung Pesisir Selatan itu tidak terhenti.

SD 07 Ngalau Gadang saat ini memiliki 12 orang guru. Jumlah itu berkurang satu orang setelah kepala sekolah memasuki masa pensiun. Dari total 58 siswa, hanya 50 anak yang masih bisa mengikuti pembelajaran di sekolah. Delapan siswa lainnya terpaksa mengungsi ke daerah yang lebih aman dan sementara menumpang belajar di sekolah terdekat dari lokasi pengungsian.

Baca Juga  Ketika Jembatan Hilang, Warga Muaro Busuak Koto Hilalang Solok Bertahan dengan Harapan

Bencana hidrometeorologi yang melanda Ngalau Gadang tak hanya merusak akses jalan. Sebanyak 13 unit rumah hanyut dan tertimbun tanah longsor, satu unit pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) hancur, dan 168 kepala keluarga atau sekitar 670 jiwa terisolasi. Hingga satu setengah bulan pascabencana, akses pendidikan dan perekonomian masyarakat masih lumpuh.

Di kampung itu hanya terdapat satu unit TK/PAUD dan satu unit SD. Sementara siswa SMP, MTs, MA, hingga SMA harus bersekolah ke luar Ngalau Gadang, sebuah perjalanan yang kini nyaris mustahil dilakukan secara normal.

Akses Dasar di Ngalau Gadang Harus Segera Dipulihkan

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Novermal. Ia menyebut apa yang dilakukan para guru dan siswa di Ngalau Gadang adalah potret keteguhan dan pengorbanan luar biasa.

Baca Juga  Mengenal Epyardi Asda, From Minus to Hero

“Apa yang dilakukan guru dan siswa di Ngalau Gadang adalah teladan. Mereka tidak menyerah pada keadaan. Ini bukti bahwa semangat pendidikan di kampung-kampung kita masih sangat kuat, meski dihadapkan pada keterbatasan akses dan infrastruktur,” ujar Novermal.

Novermal menyebut, keteguhan itu harus diimbangi dengan kehadiran negara. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah daerah bergerak lebih cepat untuk memulihkan akses dasar masyarakat.