“Sudah 1,5 bulan akses pendidikan dan ekonomi lumpuh. Jembatan harus segera dibangun kembali, longsoran dibersihkan dengan alat berat, dan PLTMH dipulihkan. Jangan biarkan perjuangan guru dan siswa ini berjalan sendiri,” ucapnya lagi.
Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus berupaya membuka isolasi Ngalau Gadang. Dari rapat lintas sektoral yang dipimpin Sekretaris Daerah Pessel, Zainal Arifin, disepakati pemasangan gorong-gorong plat baja Aramco sebagai pengganti sementara jembatan yang putus, serta pengerahan alat berat untuk membersihkan longsoran di badan jalan. Targetnya, sebelum Lebaran akses Ngalau Gadang sudah kembali terbuka.
Sementara itu, harapan sederhana terus dipanjatkan para guru dan siswa SD 07 Ngalau Gadang. Mereka ingin kembali berangkat ke sekolah tanpa harus berjalan kaki menembus lumpur dan longsor.
“Kami berharap ada perhatian cepat dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, supaya akses jalan bisa segera dilewati. Biar kami bisa mengajar dan anak-anak bisa sekolah dengan aman,” ujar Yulia.
Di tengah lumpur, tanjakan, dan jalan yang terputus, langkah-langkah kecil para guru dan siswa Ngalau Gadang terus bergerak. Mereka membuktikan bahwa bencana boleh merusak jalan, tetapi tidak mampu memutus tekad untuk menjaga masa depan melalui pendidikan. Semoga para pemangku kebijakan tidak lengah!





