Terkait hal itu, Ricky mendorong KONI Sumbar menjalin komunikasi lintas sektor, seperti dengan Polda Sumbar, Kodam Tuanku Imam Bonjol, TNI AL, TNI AU, BUMN, BUMD, serta Pemerintah Provinsi Sumbar, guna membuka peluang penempatan atlet berprestasi sebagai anggota TNI-Polri maupun pegawai di instansi pemerintah dan perusahaan negara.
Atlet Sumbar Aman Narkoba
Ketua KONI Sumbar Hamdanus menyambut positif tawaran kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan KONI Sumbar untuk mendukung serta menyukseskan program-program BNNP Sumbar.
Hamdanus menegaskan, hingga saat ini tidak ada laporan atlet Sumbar terlibat narkoba. Bahkan, berdasarkan hasil tes kesehatan terhadap 180 calon atlet Pelatda Sumbar 2026 yang digelar sebelumnya, seluruh atlet dinyatakan bersih dari narkoba.
Ia juga mengungkapkan bahwa KONI Sumbar telah melakukan pendekatan dengan sejumlah instansi, termasuk Polda Sumbar, untuk memperjuangkan masa depan atlet berprestasi. Di antaranya memperjuangkan atlet caboe Teqball Zikra Dwi Putri peraih medali perak SEA Games Thailand agar dapat menjadi anggota Polwan, serta atlet gulat Gilang Ilhaza peraih perak SEA Games untuk bekerja di PDAM Padang.
Dalam waktu dekat, KONI Sumbar akan melanjutkan pendekatan ke instansi lain agar atlet berprestasi mendapatkan jaminan dan kepastian pekerjaan.
Selain isu narkoba dan kesejahteraan atlet, pertemuan tersebut juga membahas persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung Juni–Juli 2026. BNNP Sumbar menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Porprov yang sempat vakum selama delapan tahun.
“Porprov sangat penting untuk mengukur kemampuan atlet dan sebagai dasar pembinaan ke jenjang yang lebih tinggi,” tegas Ricky Yanuarfi yang juga dikenal sebagai pembina olahraga karate.
Sementara itu, Hamdanus memastikan KONI Sumbar terus mematangkan persiapan Porprov dengan konsep tuan rumah bersama. Hingga saat ini, 12 kabupaten/kota telah menyatakan kesiapan berpartisipasi, dan diharapkan seluruh daerah segera menyusul, seiring terbitnya SK Gubernur Sumbar dan dukungan anggaran sebesar Rp12 miliar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (*)





