BNPB mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang masih diperlukan masyarakat terdampak, antara lain tenda keluarga, alat kebersihan, pakaian, matras, selimut, kasur lipat, perlengkapan mandi, peralatan sekolah, peralatan dapur dan makan, obat-obatan, serta bahan makanan.
“Karena itu, bantuan masih terus disalurkan. Sebagian masyarakat masih bergantung pada layanan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutupnya.
Pemerintah Juga Salurkan Bantuan ke OKU Timur
Selain di Sumatera Utara dan Aceh, respons cepat juga dilakukan pemerintah daerah di wilayah lain di Sumatera. Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Belitang III. Pelaksana Tugas Kepala BPBD OKU Timur, Bambang Irawan, menyebutkan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis pagi.
“Sebanyak 73 unit rumah di lima desa terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter. Tidak ada korban jiwa, namun aktivitas masyarakat sempat terganggu,” jelas Bambang.
Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ulu Timur, Lanosin Hamzah, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Pemerintah daerah bergerak cepat bersama BPBD, aparat kepolisian, dan seluruh unsur terkait untuk memastikan warga terdampak banjir mendapatkan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan lainnya. Upaya pemulihan akan terus dilakukan hingga kondisi masyarakat benar-benar kembali normal,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi menghindari risiko banjir susulan,” pungkasnya.





