Padang, HANTARAN.Co —Pelaksanaan seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) Tahun 1447H2026M sudah dibuka. Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, melakukan koordinasi dengan Gubernur Mahyeldi di Istana Gubernur.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan seleksi PHD yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, sesuai kebijakan pemerintah pusat, guna memastikan proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.
Rifki menjelaskan, seleksi PHD merupakan bagian strategis dari upaya menyiapkan layanan haji yang profesional, tertib, dan berorientasi pada kepentingan jemaah. Seluruh tahapan seleksi mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas,” ujar Rifki Minggu, (18/1/2025).
Baca juga : IKAT Kota Padang Canangkan Gerakan Masyarakat Adat Tanggulangi Bencana Salingka Marapi
“Petugas Haji Daerah adalah perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam melayani jemaah di lapangan. Maka yang kita cari bukan hanya memenuhi syarat administratif, tetapi benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen pelayanan,” tegas Rifki.
Ia menambahkan, seleksi PHD Tahun 1447H/2026M melibatkan Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi dalam pelaksanaannya. Hasil seleksi nantinya akan diumumkan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Seleksi Petugas Haji Daerah 2026 Dibuka
Rifki juga menjelaskan bahwa bidang layanan Petugas Haji Daerah terdiri atas dua kategori, pelayanan umum dan pelayanan kesehatan. Syarat umum calon PHD bagi yang berstatus ASN, maksimal menduduki jabatan Eselon IV/ setara.
Adapun pendaftaran seleksi PHD dibuka sejak tanggal 17 sampai 21 Januari 2026, dilanjutkan dengan tes CAT pada 22 Januari 2026. Pengumuman hasil akhir seleksi PHD dijadwalkan pada tanggal 23 Januari 2026.
Sejalan dengan itu, pemerintah menetapkan sejumlah ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon Petugas Haji Daerah, baik syarat umum maupun syarat khusus sesuai bidang layanan.





