Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan hak dasar pendidikan anak-anak tetap terpenuhi, meski berada dalam situasi darurat pascabencana.
Di hadapan kepala sekolah, para guru, Kepala Dinas Pendidikan, perangkat nagari, serta rombongan yang hadir, Bupati Welly mengakui bahwa kondisi sekolah pascalongsor menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Ini memang masih solusi darurat. Namun keselamatan dan keberlangsungan pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti. Saat ini kami juga sedang memproses kajian teknis dan rencana relokasi permanen sekolah dalam dokumen rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” jelasnya.
Tetap Semangat Meski di Tenda
Sementara itu, salah seorang siswa mengaku tetap bersemangat meski harus belajar di tenda. Ia mengatakan suasana di dalam tenda terasa panas di siang hari dan menimbulkan rasa takut saat hujan deras, namun hal itu tak menyurutkan niatnya untuk terus belajar bersama teman-temannya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Muslim, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pemulihan sektor pendidikan.
“Keselamatan peserta didik adalah prioritas utama. Penyediaan tenda belajar dan perlengkapan sekolah ini adalah langkah awal agar Standar Pelayanan Minimal pendidikan tetap berjalan. Untuk relokasi permanen, prosesnya sudah dimulai dan tentu membutuhkan kajian matang serta dukungan anggaran,” ujarnya.
Dengan langkah darurat tersebut, pemerintah daerah berharap semangat belajar siswa tetap terjaga, sembari menunggu solusi permanen demi masa depan pendidikan yang lebih aman dan berkelanjutan di Kabupaten Pasaman.






