PADANG, HANTARAN.Co – Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) memastikan kesiapannya menangani sejumlah kerusakan sungai dan jaringan irigasi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang terdampak bencana banjir. Kepastian itu disampaikan dalam koordinasi yang dilakukan Anggota DPRD Pessel, Novermal, dengan pihak Balai Sungai, Selasa (20/1/26).
Koordinasi berlangsung di kantor BWSS V dan dilakukan atas arahan Kepala Balai. Novermal diterima oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan Program BWSS V, Liria Gusesha. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Iskandar Mukmin selaku Jafung Sumber Daya Air (SDA) Ahli Madya, serta Ricky Rinaldo dan Arrahmat Taufik yang masing-masing menjabat Jafung SDA Ahli Pertama.
Baca juga : Bawaslu Pesisir Selatan Masuk Sekolah, SMAN 2 Painan Siap Gelar Kelas Pemilu untuk Pemilih Pemula
Dalam pertemuan itu, Novermal menyampaikan kondisi terkini sejumlah sungai dan daerah irigasi di Pesisir Selatan yang mengalami kerusakan parah akibat banjir. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat agar aktivitas pertanian dan keselamatan masyarakat tidak terus terganggu.
“Irigasi dan sungai adalah urat nadi masyarakat, terutama petani. Kerusakan yang berlarut-larut akan berdampak langsung pada ekonomi warga,” ujar Novermal.
Perbaikan Irigasi dan Sungai di Pessel
Menanggapi hal tersebut, Liria Gusesha mengungkapkan bahwa hingga saat ini BWSS V telah menerima 103 usulan Daerah Irigasi (DI) yang menjadi kewenangan kabupaten. Selain itu, sebanyak tujuh sungai di Pesisir Selatan telah dilakukan survei lapangan untuk ditindaklanjuti penanganannya.
“Balai Sungai masih membuka ruang bagi usulan baru. Untuk itu, kami mendorong Dinas PUTR Pesisir Selatan agar segera berkoordinasi dengan Dinas SDA-BK Provinsi Sumatera Barat agar prosesnya bisa dipercepat,” kata Liria.
Ia juga memastikan bahwa seluruh irigasi dan sungai yang rusak serta terdampak bencana banjir akan diupayakan penanganannya melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi serta program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Jika keterbatasan anggaran menjadi kendala, maka penanganan akan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Novermal juga secara khusus membahas proyek irigasi Lubuk Buaya, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan. Proyek yang telah lama mangkrak itu dinilai menjadi salah satu pemicu banjir, karena limpasan air di bagian atas bendungan kerap merusak permukiman warga.
“Proyek irigasi Lubuk Buaya ini sudah terlalu lama tidak tuntas. Setiap banjir, air melimpah dan berdampak langsung ke perumahan masyarakat. Saya meminta persoalan ini menjadi perhatian serius untuk segera ditangani,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Novermal berharap, dengan adanya koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan Balai Sungai, proses pemulihan infrastruktur sumber daya air di Pesisir Selatan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Cepat pulih negeriku,” tutur Novermal. (h/kis)






