“Kami mulai kekeringan dan berebut air. Ini kemungkinan karena bendungan di gunung nago rusak, irigasi tidak mengalir lagi, jadi dampaknya air resapan ke sumur-sumur warga sudah kering. Kebutuhan air kami hanya mengandalkan bantuan dari PMI,” ujarnya, Sabtu (17/1/26).
Tidak hanya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, krisis air ini juga berdampak pada pendapatan warga.
“Sawah-sawah dan perikanan tidak bisa diolah,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah memberikan solusi lebih pasti terhadap kondisi ini.
“Kami butuh bantuan dan solusi. Bantuan air hanya untuk kebutuhan harian, sementara sawah dan kolam perikanan belum ada solusi,” ujarnya. (h/yes)






