Kendati demikian, ia mengungkapkan optimisme bahwa pada tahun 2026 pertumbuhan ekonomi Sumbar akan meningkat pada rentang 3,84-4,6 persen year-on-year (y-on-y). Hal itu terutama dari menguatnya permintaan domestik serta peningkatan investasi seiring dengan proses pembangunan Flyover Sitinjau Lauik.
“Meski demikian, terdapat potential risk yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih rendah, terutama apabila pemulihan ekonomi pascabencana tidak dilakukan secara cepat,” katanya.
Akselerasi pemulihan ekonomi pascabencana oleh karenanya menjadi penting untuk memastikan roda ekonomi dan aktivitas sektor riil dapat berjalan. Di sisi lain, terdapat tekanan inflasi baik dari global maupun domestik yang perlu diwaspadai.






