Diskusi-diskusi tersebut menyoroti masih adanya ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat, yang berdampak pada terbatasnya ruang gerak pemerintah kabupaten dalam mengakselerasi pembangunan.
Dalam konteks Kabupaten Solok, berbagai masukan dan pembahasan dalam Rakernas tersebut dinilai relevan untuk menjawab tantangan pembangunan daerah, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Bupati Solok berharap, hasil Rakernas XVII APKASI tidak hanya berhenti pada rekomendasi, tetapi mampu diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang dapat diimplementasikan di daerah.
Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Solok dalam Rakernas XVII APKASI Tahun 2026 ini diharapkan memperkuat peran kabupaten dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan, sekaligus mendorong terwujudnya Kabupaten Solok yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Rakernas APKASI Hadirkan Sejumlah Narasumber
Rakernas XVII APKASI menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang kompeten di bidangnya. Pada sesi pemaparan awal, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Bob Arthur Lombogia, memaparkan arah kebijakan pengembangan infrastruktur wilayah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pusat dan daerah agar pembangunan infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat kabupaten.
Sesi selanjutnya diisi oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menyampaikan strategi penguatan sektor pertanian nasional berbasis potensi lokal. Dalam paparannya, Menteri Pertanian menegaskan peran strategis pemerintah kabupaten dalam menjaga ketahanan pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong kesejahteraan petani.






