Padang, hantaran.Co–Parak Pisang Nagari Sungai Buluh Utara, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, pada Selasa (20/1/3036) kemarin menjadi saksi bagaimana empati negara dan solidaritas lintas sektor hadir nyata di tengah masyarakat pascabencana.
Bencana yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) beberapa waktu lalu tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan luka psikologis mendalam bagi warga. Aktivitas masyarakat sempat lumpuh, akses air bersih terganggu, dan kebutuhan dasar menjadi persoalan mendesak yang harus segera diatasi secara kolektif.
Baca Juga : KONI Pariaman Terima Dana Hibah Rp750 Juta
Di tengah situasi tersebut, negara menunjukkan kehadirannya. Kepolisian, pemerintah daerah, BUMN, serta berbagai pemangku kepentingan turun langsung ke lapangan memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Jajaran Polda Sumbar bersama PLN, pemerintah daerah, dan unsur terkait melakukan peninjauan kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak di Sungai Buluh Utara.
Wakapolda Brigjen Pol Solihin, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan Polda Sumbar ini menjadi penegasan bahwa kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga menyatu dalam denyut kehidupan masyarakat terutama saat musibah melanda.
Didampingi Kabid Humas Polda Sumbar serta jajaran Polres Padang Pariaman, Wakapolda Solihin menyapa dan mendengarkan keluhan mereka, sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Wakapolda Solihin menegaskan bahwa empati terhadap masyarakat merupakan nadi pengabdian kepolisian. Menurutnya, Polri lahir dari rakyat dan harus selalu berdiri bersama rakyat dalam kondisi apa pun.






