Andree juga menegaskan komitmen PGSI Sumbar mendukung penuh pelaksanaan Porprov XVI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni–Juli 2026.
“Porprov adalah momentum penting bagi atlet. Ini ajang pembuktian hasil pembinaan dan latihan yang dilakukan selama ini,” kata Andree.
Sementara itu, Sekretaris PGSI Sumbar, Ilmarizal, menegaskan bahwa PGSI tidak hanya siap secara organisasi, tetapi juga dari sisi teknis dan pembinaan atlet menghadapi Porprov.
“Kami di PGSI Sumbar sudah memetakan data atlet, pelatih, serta kesiapan nomor pertandingan. Porprov sangat penting untuk kesinambungan pembinaan dan regenerasi atlet gulat Sumbar. Ajang ini menjadi ruang kompetisi yang sehat sekaligus evaluasi menyeluruh bagi daerah,” ujar Ilmarizal.
Porprov Hari Raya Atlet
Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus pada kesempatan yang sama menekankan pentingnya membangun mental juara bagi atlet gulat Sumbar. Ia menyebut Porprov sebagai “hari raya atlet” yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Kalau belum emas, kejar emas. Mentalnya harus mental emas. Porprov sudah memiliki SK Gubernur, jadi tidak ada alasan untuk ragu. Kasihan atlet sudah berlatih keras dengan biaya sendiri kalau ajang ini tidak digelar,” tegas Hamdanus.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar yang juga Ketua Porprov, Septri, mengungkapkan bahwa Porprov XVI Sumbar 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni hingga 5 Juli 2026. Hingga saat ini, sebanyak 16 dari 19 kabupaten/kota telah menyatakan kesiapan mengikuti Porprov, dengan 45 cabang olahraga masuk dalam daftar sementara.
Penetapan cabor dan nomor pertandingan akan diputuskan melalui rapat koordinasi pada 8 Februari 2026.
Septri menilai Porprov memiliki arti strategis mengingat ajang tersebut telah vakum selama delapan tahun. “Porprov ini untuk membangkitkan semangat atlet,” ujarnya.
Kegiatan silaturahmi tersebut diawali dengan ceramah agama. Selain mempererat kebersamaan menjelang Ramadhan, forum ini juga menjadi ajang konsolidasi untuk memantapkan kesiapan menghadapi Porprov XVI Sumatera Barat 2026.






