Ekonomi

Pemprov Sumbar Siapkan 2 Langkah Intervensi Inflasi Jelang Ramadan

4
×

Pemprov Sumbar Siapkan 2 Langkah Intervensi Inflasi Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
Intervensi

Padang, hantaran.Co–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyiapkan sejumlah langkah intervensi strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan pascabencana serta menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satu intervensinya adalah dengan mengajukan permintaan suplai pangan ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna memastikan kecukupan cadangan pangan daerah dalam tiga bulan ke depan.

“Sejumlah langkah intervensi telah kami siapkan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Sumbar. Termasuk mengajukan permintaan tambahan cadangan pangan ke Bapanas. Selanjutnya kami mohon dukungan dari semua pihak,” ujar Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam forum High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga : WPR Bukan Jalan Pintas, Bukan Solusi Instan

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi dan Strategi Pengendalian Inflasi Pascabencana serta Persiapan Ramadan dan Idulfitri Tahun 2026” tersebut sebagai respons atas meningkatnya tekanan inflasi akibat dampak bencana serta tingginya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Gubernur mengungkapkan bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar pada akhir November 2025 lalu telah mengakibatkan kerusakan dan kerugian yang signifikan. Dampak terparah terjadi pada sektor infrastruktur, pertanian, perkebunan dan perikanan. Dampak tersebut juga berpengaruh langsung terhadap produksi, distribusi, dan ketersediaan pangan di Sumbar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi Sumbar sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan, terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Tekanan inflasi tersebut berpotensi semakin meningkat seiring terganggunya pasokan pangan akibat bencana dan tingginya permintaan. “Jika tidak dimitigasi segera, kondisi tersebut tentu akan semakin memperparah tekanan inflasi bagi Sumbar,” ujar Mahyeldi.

Menghadapi kondisi tersebut, Mahyeldi menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah pusat dan daerah, BI, maupun seluruh pemangku kepentingan, dalam upaya pengendalian inflasi.

Siapka Dua Langkah Intervensi Inflasi

Ia menawarkan dua pendekatan utama untuk menekan laju inflasi di Sumbar, yakni pengendalian harga dalam jangka pendek serta penguatan ketahanan pangan daerah untuk jangka panjang.

“Untuk jangka pendek, kita harus memastikan harga tetap terkendali dan pasokan tersedia. Sementara untuk jangka panjang, ketahanan pangan daerah harus diperkuat agar tidak mudah terguncang oleh faktor bencana maupun fluktuasi permintaan,” katanya.

Mahyeldi mengingatkan, berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, komoditas utama penyumbang inflasi pada periode Ramadan dan Idulditri adalah cabai merah, bawang merah, dan beras. Sehingga, komoditas tersebut perlu menjadi fokus pengendalian bagi TPID ke depan.

Mahyeldi mengungkap bahwa Pemprov Sumbar telah menyiapkan sejumlah langkah intervensi strategis untuk persiapan menghadapi Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, di antaranya, mengajukan permintaan suplai cadangan pangan ke Bapanas, melaksanakan kegiatan gerakan pangan murah dan operasi pasar, menjaga kelancaran distribusi pangan.

Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat kerja sama antar daerah, mengawasi praktik penimbunan dan spekulasi harga, serta melakukan komunikasi yang efektif kepada masyarakat guna menjaga stabilitas harga dan daya beli. Hal tersebut dilaksanakan untuk menekan laju inflasi dan menjaga ketersediaan pangan di Sumbar menjelang Ramadan dan Idulfitri.