Jakarta, hantaran.Co–Listrik kembali menjadi persoalan krusial saat bencana alam melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu terakhir memicu gangguan pasokan, terutama di daerah dengan akses terbatas dan infrastruktur rentan.
Persoalan ini mendapat perhatian serius dari Anggota DPR RI Komisi VI, Nevi Zuairina, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT PLN (Persero). Rapat tersebut secara khusus membahas respons darurat kelistrikan di wilayah terdampak bencana.
Baca Juga : Perhutanan Sosial di Sumbar Masih Hadapi Persoalan
Nevi menegaskan bahwa listrik bukan sekadar layanan tambahan, melainkan kebutuhan primer masyarakat, terutama dalam situasi darurat. Ketika padam, aktivitas pelayanan kesehatan, evakuasi, hingga distribusi bantuan ikut terhambat.
Ia mengapresiasi langkah PLN yang telah menyalurkan 1.000 unit genset ke wilayah terdampak di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, dan Aceh. Namun, menurutnya, langkah tersebut masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan.
“Distribusi genset memang penting dalam kondisi darurat, tetapi ini tidak bisa menjadi solusi berulang. Yang dibutuhkan adalah sistem kelistrikan yang tahan bencana dan cepat pulih,” ujar Nevi.
Ketergantungan pada genset, lanjutnya, justru berpotensi menimbulkan masalah baru, mulai dari biaya operasional tinggi hingga keterbatasan distribusi bahan bakar di daerah terisolasi.
Pemadaman Listrik Tuai Sorotan
Nevi menyoroti masih seringnya terjadi pemadaman di wilayah sulit, termasuk pada objek vital seperti rumah sakit, puskesmas, dan lokasi evakuasi. Kondisi ini menunjukkan belum optimalnya jaringan dan sistem cadangan kelistrikan.






