Padang

Kerugian Dampak Bencana di Padang Capai Rp5,5 Triliun

3
×

Kerugian Dampak Bencana di Padang Capai Rp5,5 Triliun

Sebarkan artikel ini
Bencana

Padang, hantaran.Co–Bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang meninggalkan persoalan besar di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Kerusakan infrastruktur, perumahan, hingga aktivitas ekonomi menjadi dampak nyata yang kini harus ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.

Bencana yang terjadi pada 28 November 2025 tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian fisik, tetapi juga memperlemah daya dukung ekonomi dan sosial masyarakat. Skala kerusakan yang ditimbulkan bahkan mencapai angka triliunan rupiah.

Baca Juga : Krisis Air Bersih di Padang Ditarget Tuntas Sebelum Ramadan

Wali Kota Padang, Fadly Amran, membenarkan besarnya dampak tersebut. Berdasarkan hasil diskusi dan pendataan lintas sektor, total kerugian dan kerusakan akibat bencana hidrometeorologi di Kota Padang diperkirakan mencapai Rp5,5 triliun.

“Setelah diskusi bersama, total kerugian dan kerusakan tercatat mencapai sekitar Rp5,5 triliun,” ujar Fadly Amran, Jumat (23/1/2026).

Ia merinci, sektor perumahan menjadi salah satu yang paling terdampak dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp2,4 triliun. Kerusakan rumah warga terjadi hampir di seluruh kawasan terdampak banjir dan longsor. Selain itu, sektor infrastruktur mencatat kerugian terbesar dengan nilai mencapai Rp2,7 triliun. Kerusakan meliputi jalan, jembatan, bendungan, hingga fasilitas pendukung pelayanan publik.

Sektor ekonomi juga ikut terdampak dengan nilai kerugian mencapai Rp154 miliar. Aktivitas usaha masyarakat terganggu, terutama di kawasan terdampak langsung bencana. Sementara sektor sosial mencatat kerugian sekitar Rp93 miliar dan lintas sektor sebesar Rp140 miliar.

Bencana banjir tersebut merusak ribuan unit rumah warga. Data menunjukkan sebanyak 556 rumah mengalami rusak berat, 2.207 rumah rusak sedang, dan 2.934 rumah rusak ringan.

67.563 Jiwa Terdampak Bencana

Tak hanya permukiman, infrastruktur vital juga mengalami kerusakan signifikan. Sebanyak 13 jembatan terdampak, sekitar 74 ribu meter jalan rusak, serta 22 bendungan mengalami kerusakan. Selain itu, lima unit gedung pemerintahan turut terdampak.

Fasilitas pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, jaringan irigasi, drainase, sistem air bersih, hingga sektor pertanian dan perikanan juga tidak luput dari dampaknya.

Secara keseluruhan, bencana tersebut berdampak pada 67.563 jiwa. Untuk penanganan lanjutan, Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) di kawasan Balai Gadang dan Kecamatan Pauh.

Pemko Padang menargetkan penyediaan sekitar 800 unit huntap yang diperuntukkan bagi relokasi warga yang selama ini bermukim di bantaran sungai, sebagai bagian dari upaya pemulihan dan mitigasi bencana ke depan.