Berita

Empat Dapur Gizi Menyala di Pasbar, Asa Tumbuhnya Generasi Sehat

4
×

Empat Dapur Gizi Menyala di Pasbar, Asa Tumbuhnya Generasi Sehat

Sebarkan artikel ini
Dapur
Empat Dapur Gizi Menyala di Pasbar, Asa Tumbuhnya Generasi Sehat. ist

PASBAR, HANTARAN.Co Aroma optimisme merebak dari Jalan Durian Tigo Batang, Kampung V Mahakarya, Senin (26/1). Di lokasi itulah Yayasan Cahaya Langowan Nusantara diresmikan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) keempat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pasaman Barat. Sebuah langkah kecil yang memikul harapan besar: menyiapkan generasi sehat dan berkualitas sejak bangku sekolah.

Peresmian dilakukan Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, menandai bertambahnya jejaring dapur gizi yang kini telah berdiri di Lingkuang Aua melalui SPPG Yayasan Andalas Bumi Pasbar, SPPG Sungai Aur, serta Yayasan Cahaya Langowan Nusantara. Keempatnya menjadi tulang punggung pelaksanaan MBG di daerah itu.

Baca juga : Pemko Bukittinggi Segel 109 Toko di Pasar Atas, Pedagang Diminta Urus Izin

Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya peserta didik. Di hadapan undangan, Wakil Bupati M. Ihpan menegaskan bahwa MBG adalah langkah strategis untuk memperkuat sumber daya manusia sejak usia dini.

Empat Dapur Gizi Menyala di Pasbar

“Pemenuhan gizi yang baik sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas pendidikan. Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa sekaligus mendukung proses belajar mengajar di sekolah,” ujar Ihpan. Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong keberlanjutan program agar menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Dalam kesempatan itu, Ihpan juga mengapresiasi kontribusi Yayasan Cahaya Langowan Nusantara yang mengelola Dapur Hana Henny Redkoki sebagai pusat pengolahan makanan bergizi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, yayasan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.

“Kolaborasi inilah yang membuat program seperti MBG bisa berjalan efektif dan memberi dampak nyata,” ucapnya.

Sementara itu, pengelola SPPG, Pudin, menyampaikan bahwa pada tahap awal MBG menyasar 1.385 siswa dari 10 sekolah di wilayah Kecamatan Luhak Nan Duo. Angka tersebut diharapkan terus bertambah seiring penguatan dukungan lintas sektor.

“Kami tentu membutuhkan dukungan semua pihak agar apa yang direncanakan dapat berjalan lancar dan berkelanjutan,” tandasnya.

Dengan bertambahnya SPPG di Pasaman Barat, MBG tak sekadar menjadi program, melainkan ikhtiar bersama membangun fondasi kesehatan dan kecerdasan anak-anak Pasbar, sebuah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. (h/os)