TANAH DATAR, HANTARAN.Co— Di lereng Batipuh Selatan yang sejuk namun kerap dilanda keterbatasan air bersih, secercah harapan mengalir ke Jorong Baiang, Nagari Guguak Malalo. Senin (26/1/26), Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Tanah Datar menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta dari Pemerintah Tangerang Selatan untuk pembangunan bak penampungan air bersih bagi masyarakat setempat.
Penyerahan bantuan berlangsung sederhana namun sarat makna di salah satu mushalla di Dusun Sikaladi. Ketua BAZ Tanah Datar, Yasmansyah, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari masyarakat Tangerang Selatan yang dititipkan melalui BAZ Tanah Datar untuk menjawab kebutuhan dasar warga.
“Hari ini kita menyalurkan dana donasi yang dititipkan oleh Tangerang Selatan kepada BAZ Tanah Datar. Salah satunya untuk pembangunan air bersih di Jorong Sikaladi ini dengan anggaran sebesar 100 juta rupiah,” ujar Yasmansyah kepada media usai kegiatan.
Baca juga : Perang Lawan Pengangguran! Pasaman Dorong Warga Kerja ke Jepang, Jerman, dan Turki
Selain bantuan untuk sarana air bersih, Yasmansyah menyebutkan sejumlah bantuan lain yang turut disalurkan. Di antaranya Rp15 juta untuk Mushalla Nawariah, Rp10 juta untuk pembangunan pagar Masjid Nurul Islam, Rp50 juta untuk Surau Kayu Muaro Ambius, serta Rp25 juta untuk Surau Gadang.
Setetes Air dari Negeri Seberang
Pembangunan bak penampungan air bersih nantinya akan dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat setempat. Partisipasi warga tidak hanya dalam bentuk tenaga, tetapi juga akan diperhitungkan sebagai kontribusi terhadap pembangunan jaringan pipa air bersih.
“Gotong royong masyarakat nanti juga kita hitung sebagai bentuk partisipasi mereka, termasuk untuk pekerjaan pemasangan pipa air bersih,” jelas Yasmansyah, doktor lulusan UIN Bukittinggi tersebut.
Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat serta Pemerintah Tangerang Selatan yang telah mempercayakan penyaluran bantuan melalui BAZ Tanah Datar. Menurutnya, solidaritas lintas daerah ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas wilayah.
Ungkapan syukur juga datang dari warga. Dasril, salah seorang masyarakat Jorong Baiang, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi kehidupan sehari-hari warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami bersyukur, Pak. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi kami warga di sini,” ujarnya.
Bagi masyarakat Guguak Malalo, bantuan ini bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah simbol kepedulian, kerja sama, dan harapan agar kebutuhan paling mendasar—air bersih—dapat mengalir lancar, menyokong kehidupan dan masa depan kampung di kaki perbukitan Tanah Datar. (rhy)






