“Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa,” tegas Andan dalam pertemuan tersebut.
Dalam sesi diskusi, Kapolres Pasaman juga menyoroti tantangan aktual yang dihadapi generasi muda, seperti isu radikalisme, penyebaran hoaks, serta derasnya arus informasi digital yang berpotensi memecah persatuan.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan positif, penjernih informasi, serta garda terdepan dalam membangun budaya literasi digital yang sehat di tengah masyarakat.
Selain itu, Kapolres juga mengajak GMNI untuk berperan aktif dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui pendekatan dialogis, edukatif, dan partisipatif di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara Polres Pasaman dan DPC GMNI Kabupaten Pasaman untuk memperluas sinergi dalam berbagai program kemasyarakatan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mewujudkan situasi Kabupaten Pasaman yang aman, tertib, kondusif, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berkeadaban. (h/ekie)






