Sumbar

Kekeringan dan Kekurangan Air Bersih Membayangi, 5 Daerah Butuh Perhatian Khusus

2
×

Kekeringan dan Kekurangan Air Bersih Membayangi, 5 Daerah Butuh Perhatian Khusus

Sebarkan artikel ini
kekeringan

“Karena adanya bencana susulan, tentu ada data yang berubah. Verifikasi dan penyamaan data masih terus dilakukan. Kalau satu data kabupaten/kota berubah, maka data provinsi juga ikut berubah,” kata Ilham.

Ia berharap proses penyempurnaan dokumen R3P di seluruh kabupaten/kota dapat segera diselesaikan, terlebih dalam waktu dekat akan dilakukan peluncuran bantuan oleh Ketua Satgas. “Mudah-mudahan semuanya bisa cepat selesai. Besok, tanggal 27 Januari, dijadwalkan ada peluncuran bantuan dari Ketua Satgas,” katanya.

Fokus Penanganan Air Bersih

Pada kesempatan lain, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah turun langsung untuk meninjau pembenahan aliran sungai dan pasokan air bersih di kawasan Gunung Nago, Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (26/1). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan perbaikan jalur sungai Batang Gunung Nago berjalan lancar sekaligus menangani krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah.

Gubernur menyebutkan, kunjungan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat bersama Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan koordinasi dengan balai terkait. Ia ingin memastikan seluruh rencana yang telah disepakati benar-benar dilaksanakan di lapangan.

Menurutnya, kondisi kekeringan air saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji. Bahkan, hingga kini masih ada empat kecamatan yang ketersediaan airnya belum sesuai harapan, yakni Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Padang Utara.

Saat ini, pasokan air bersih masih banyak mengandalkan tandon-tandon yang ditempatkan di depan rumah warga. Oleh karena itu, Gubernur bersama rombongan turut meninjau sumber-sumber air bersih yang berpotensi dipasangi pipa agar dapat disalurkan ke tandon tersebut, sehingga masyarakat bisa memperoleh air yang layak.

Selain meninjau aliran sungai, Gubernur juga melihat langsung pembenahan saluran irigasi di kawasan SMA 9 Padang yang sedang diperbaiki. Ia berharap dukungan masyarakat agar penanganan dapat berjalan optimal melalui sinergi Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Dinas SDA-BK Sumbar, dan PUPR Kota Padang.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKS, Rafdi mengatakan, peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya bersama Wali Kota Padang dan instansi terkait. Dalam pertemuan itu disepakati sejumlah langkah, di antaranya penyediaan pompa oleh Dinas SDA-BK Sumbar, percepatan intake oleh BWS Sumatera V, serta penyelesaian jalur irigasi oleh Dinas PUPR Kota Padang.

Ia menambahkan, Gubernur juga meninjau potensi solusi jangka panjang dengan melihat kemungkinan pemasangan pipa untuk menyalurkan air, sebagaimana yang telah diterapkan di daerah Agam. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi krisis air, khususnya di wilayah Kuranji.