Sumbar

Kekeringan dan Kekurangan Air Bersih Membayangi, 5 Daerah Butuh Perhatian Khusus

2
×

Kekeringan dan Kekurangan Air Bersih Membayangi, 5 Daerah Butuh Perhatian Khusus

Sebarkan artikel ini
kekeringan

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur bersama rombongan tampak menyusuri dan menyeberangi sungai dengan berjalan kaki untuk melihat langsung kondisi aliran sungai. Diharapkan, pembenahan jalur sungai dan sumber air yang terdampak banjir sebelumnya dapat kembali lancar, sehingga persoalan air bersih bisa segera teratasi.

16 Daerah Butuh Perhatian

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menyebut, sekitar 16 wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumbar masih perlu perhatian khusus. Masalah utamanya seperti jembatan putus hingga longsor.

Hal itu diungkapkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lanjutan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (26/1).

Tito menyebut, di Sumbar masih ada lima wilayah yang perlu perhatian khusus. Dari 19 daerah kabupaten/kota, sebanyak 16 yang terdampak pada saat bencana. Sebanyak lima wilayah kini sudah kembali normal, yaitu Kabupaten Solok Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Kemudian wilayah yang sudah mendekati normal antara lain, Kota Solok, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kabupaten Pasaman Barat.

“Sehingga yang perlu atensi khusus adalah 5 kabupaten/kota. Nomor satu jelas adalah Kabupaten Agam. Ini ada berbagai permasalahan mulai dari pemerintahan, kemudian juga ada masalah sarana layanan kesehatannya rata-rata Sumbar kalau menurut catatan kami,” katanya.