Selanjutnya, Tito menerangkan, untuk wilayah Sumut sudah lima daerah yang kembali normal dari total 18 daerah. Daerah yang sudah normal mulai dari Kota Medan, Kabupaten Nias, Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batu Bara.
“Yang mendekati normal 11 kabupaten. Ada yang memerlukan atensi khusus meskipun tidak menafikan tentunya yang lain, yaitu Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Tapanuli Selatan yang terdampak buruk kemarin memang ada beberapa fasilitas pendidikan, saya ulangi, jalan provinsi yang masih ada hambatan di Tapanuli Selatan,” katanya.
Kemudian juga ada sungai, terutama di Batang Toru dan Garoga, di mana sedimentasi masih sangat sangat banyak di sana. “Kalau kami lihat yang perlu atensi sungai itu adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, itu yang paling utama,” ujarnya.
Selanjutnya, di Aceh tercatat delapan daerah yang masih perlu mendapat perhatian khusus. Kebanyakan di wilayah dataran tinggi.
“Yang perlu atensi khusus ada delapan dari 19 daerah yang terdampak. Di dataran tinggi itu ada tiga, yaitu Bener Meriah, Gayo Lues, dan di Aceh Tengah yang ibukotanya Takengon. Itu rata-rata permasalahannya adalah jalan yang longsor atau hilang dan jembatan yang putus. Jalan nasional sudah masuk. Kalau tidak memakai jembatan sementara, dia memakai jalan alternatif dengan terobosan,” katanya.






