Padang, hantaran.Co–Pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumbar yang dijadwalkan 3 Februari 2026, tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi. Di tengah tantangan kebencanaan yang terus membayangi Sumbar, kegiatan ini dirancang sebagai momentum refleksi dan konsolidasi peran pers dalam menjawab persoalan daerah.
Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, menyebut, Sumbar dikenal sebagai wilayah rawan bencana, mulai dari gempa bumi, longsor, banjir hingga tsunami. Dalam kondisi tersebut, keberadaan pers yang profesional, tanggap, dan berperspektif kebencanaan menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pelengkap pembangunan.
Baca Juga : Kopdes Merah Putih Didorong Atasi Masalah Pasar UMKM Desa/Nagari
Berangkat dari persoalan itu katanya, pelantikan PWI dan IKWI Sumbar dikemas dengan agenda strategis bertajuk “Pelantikan PWI, IKWI Sumbar dan Diskusi Kebencanaan untuk Sumbar Bangkit”. Kegiatan akan digelar di Istana Gubernuran Sumatera Barat mulai pukul 08.30 WIB.
“Kepastian pelaksanaan acara tersebut mengemuka dalam rapat persiapan yang digelar pengurus PWI Sumbar Jumat (23/1/2026). Rapat ini menegaskan komitmen pengurus untuk menghadirkan acara yang bukan hanya meriah, tetapi juga bermakna dan relevan dengan kondisi daerah,” katanya.
Dikatakannya, lebih dari 20 orang pengurus dan panitia terlibat aktif dalam rapat tersebut. Seluruh aspek teknis dan substansi dibahas secara rinci, mulai dari alur acara, materi diskusi, hingga pelayanan terhadap tamu undangan, guna memastikan kegiatan berjalan optimal.
“Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah diskusi kebencanaan yang akan digelar usai prosesi pelantikan. Diskusi ini dirancang sebagai ruang bertukar gagasan antara insan pers dan pemangku kebijakan dalam merespons persoalan kebencanaan di Sumatera Barat,” katanya.
Diskusi tersebut akan menghadirkan Ketua Umum PWI Pusat dan Gubernur Sumatera Barat sebagai pemateri utama. Kehadiran dua tokoh ini diharapkan mampu memberikan perspektif nasional dan daerah dalam membangun sinergi kebencanaan yang lebih kuat.
Pelantikan Pengurus PWI dan IKWI Sempat Tertunda
Ia menyebutkan, pelantikan kali ini sempat tertunda meski surat keputusan kepengurusan dari PWI Pusat telah lama diterima. Penundaan itu justru menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan dapat digelar lebih matang.
“Insya Allah, pelantikan pengurus PWI Sumbar bakal meriah. Ibaratnya ‘nikah’ sudah, tapi pestanya yang belum. Sekarang pestanya kita siapkan sebaik mungkin,” ujar Widya Navies didamping Ketua DK PWI Sumbar, Zul Effendi, Senin (26/1/2026).
Pada pelantikan tersebut, direncanakan hadir tiga orang pengurus PWI Pusat serta dua pengurus IKWI Pusat. Rombongan dijadwalkan tiba di Padang Senin, (2/2/2026), dan kembali ke Jakarta Rabu (4/2/2026).
Untuk mengantisipasi berbagai kendala teknis, panitia membagi tugas secara rinci. Penanggung jawab lokasi dan kebutuhan acara dipercayakan kepada Romi Delfiano dan Effendi, sementara penerimaan tamu ditangani Rusdi Bais dan Syaiful Husein dengan melibatkan pengurus IKWI Sumbar.
Selain itu, dokumentasi dan publikasi dikoordinasikan oleh Andri Besman dan Guspa Chaniago, sedangkan pengamanan dalam ditangani Edi Jarot, Lailatul Aidil, dan Eriandi. Panitia juga memastikan undangan resmi telah disebar kepada unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh pers, akademisi, dan organisasi profesi.






